Investasi Energi Diklaim Aman - Tahun Politik

NERACA

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik menyatakan, dalam pertemuan APEC Minister Responsible for Mining di Beijing, dirinya meyakinkan investor asing bahwa investasi energi di Indonesia masih sangat aman. Meski, tak lama lagi, Indonesia akan melakukan pergantian presiden.

Menurut Jero, beberapa negara dalam pertemuan ini memang mempertanyakan kelanjutan investasi energi di masa transisi. Dia meyakinkan dua capres saat ini bakal tetap menjadikan sektor energi fokus perhatian.

"Saya katakan apakah nomor 1 atau nomor 2 yang menang, rakyat Indonesia tetap butuh tambahan listrik, Jokowi atau Prabowo jalankan juga UU Minerba. Feeling saya Pemilu aman, demokratis sehingga investasi jalan. Investasi ESDM tak usah khawatirkan," ucap Jero saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Selasa (1/7).

Jero mengklaim bahwa dia juga telah berhasil meyakinkan para pengusaha di APEC tersebut agar menambah investasi energi mereka di Indonesia. Jero mengaku telah menemui beberapa bos perusahaan besar seperti Mitsui, J-Power, Sumitomo dan lain sebagainya.

"Mitsui saya bilang jangan takut terus tambah, Indonesia baik investasi. Baru 3-4 tahun terakhir Jepang dikalahkan ASEAN dan Indonesia dalam investasi energi. Kemudian J-Power akan bekerjasama untuk pembangunan pembangkit di Jawa Tengah 2.000 MW. Sumitomo menambah pembangkit listrik batu bara di Jepara," katanya.

Sedangkan berdasarkan perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia membutuhkan investasi di sektor energi sebesar Rp 535 triliun pada 2015-2019.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna mengatakan ketahanan energi sangat penting untuk mengejar target tersebut. Oleh karena itu, dalam 2015-2019 dimana Indonesia harus keluar dari belenggu negara berpendapatan menengah, pasokan dan infrastruktur energi nasional harus ditingkatkan.

Makanya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 disebutkan Indonesia membutuhkan investasi di sektor energi dari hulu hingga hilir mencapai Rp 535 triliun dengan asumsi seluruh rencana dijalankan secara penuh. "Namun, untuk kebutuhan mendasar saja, kebutuhan investasi energi ini diperkirakan sebesar Rp420 triliun," ujarnya.

Dedy menjelaskan, investasi itu diperlukan untuk merealisasikan target-target sektor energi selama 2015-2019. Rincinya, produksi minyak 913 ribu barel per hari (Bph), gas 7,12 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan batu bara 392 juta ton per tahun.

Selain itu, ungkapnya, investasi tersebut juga diperlukan untuk pembangunan unit penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRU) 250 miliar kaki kubik (bcf) per tahun, pipa gas sepanjang 680 kilometer (km) berkapasitas 200 bcf per tahun, fasilitas regasifikasi di darat 560 bcf per tahun dan stasiun pengisian CNG sebanyak 55 unit. [agus]

BERITA TERKAIT

Rekonsiliasi dan Upaya Menjaga Keseimbangan Politik

  Oleh : Gita Warsita, Pemerhati Masalah Sosial Politik     Dengan berakhirnya drama Pilpres 2019 berupa pilihan presiden dan…

Ekonom Ingatkan Investasi dan Permintaan Melandai

NERACA Jakarta- Meski Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Juni 2019 surplus sebesar US$200 juta, surplus neraca…

RI-Turki Sepakat Selesaikan Perjanjian Komprehensif Tahun Ini

NERACA Jakarta – Indonesia dan Turki sepakat menyelesaikan perjanjian komprehensif ekonomi atau Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) tahun 2019…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

ANRI Terima Arsip Statis Presiden Soeharto

    NERACA   Jakarta - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menerima tambahan khazanah arsip statis tentang Presiden kedua Soeharto…

Kantar Rilis 10 Iklan Ramadan 2019 Terbaik

      NERACA   Jakarta - Perusahaan data, dan konsultasi berskala global, Kantar Indonesia menggelar penghargaan ‘Most Loved’ Indonesian…

PPK Kemayoran Ingin Jadikan Gedung Eks Bandara Kemayoran Jadi Cagar Budaya

    NERACA   Jakarta - Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran mengusulkan agar gedung eks Bandara Kemayoran dijadikan sebagai cagar…