BNI Syariah-BNP2TKI Kerja Sama Edukasi TKI - Layanan Perbankan Syariah

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank BNI Syariah, menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dalam program edukasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memanfaatkan layanan perbankan syariah.

“Kami berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan BNP2TKI mengikutsertakan BNI Syariah untuk mengedukasi para TKI menggunakan layanan perbankan syariah khususnya BNI Syariah. Insya Allah kami siap mengelola amanah ini,” ujar Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, di Jakarta, pekan lalu.

Beberapa poin penting di nota kesepahaman ini adalah untuk mendukung program penempatan dan perlindungan TKI. Bentuk nyatanya berupa kerjasama dalam pemberian fasilitas layanan perbankan syariah yang hasanah bagi calon TKI, TKI, TKI Purna dan Keluarganya. Selain itu BNI Syariah akan memberikan edukasi pengelolaan keuangan syariah kepada calon TKI, TKI, TKI Purna termasuk pada saat calon TKI mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja.

Menurut Dinno, jumlah nasabah perseroan di luar negeri, utamanya di Hongkong, mencapai 11 ribu nasabah. Ia yakin dengan dukungan ATM, internet banking dan sms banking bisa membantu proses transaksi pengiriman uang yang dilakukan para TKI. “Insya Allah TKI akan dimudahkan oleh layanan yang hasanah dari BNI Syariah. Bagi TKI pun diuntungkan karena dapat mengelola keuangannya secara mandiri dan terpantau dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, dengan adanya layanan yang hasanah dari BNI Syariah diharapkan TKI akan dimudahkan oleh layanan tersebut. Pasalnya, sampai saat ini jumlah nasabah BNI Syariah di luar negeri khususnya Hongkong telah mencapai 11 ribu nasabah.

Tentunya dengan dukungan ATM baik di dalam negeri atau di luar negeri, internet banking atau pun sms banking, mengirim uang dari luar negeri ataupun sebaliknya akan lebih mudah dan cepat. “Bagi TKI pun diuntungkan karena dapat mengelola keuangannya secara mandiri dan terpantau dengan baik,” tandas Dinno.

Sementara Kepala BNP2TKI, Gatot Abdullah Mansyur menambahkan, selama ini TKI identik dengan beberapa hal yang menyedihkan seperti deportasi dan melakukan kejahatan. Padahal banyak TKI atau purna TKI yang membawa uang ke tanah air dan dijadikan modal untuk membuka usaha di Tanah Air. “Kami pun berharap ke depan BNI Syariah dapat juga membiayai calon tenaga kerja yang akan berangkat tentunya dengan margin pembiayaan yang terjangkau,” tukasnya. [ardi]

Related posts