Spindo Siapkan Belanja Modal Rp 600 Miliar - Bangun Pabrik

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan kapasitas produksinya, tahun ini, emiten pipa baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp600 miliar.

Direktur Utama Steel Pipe Industry of Indonesia (Spindo) Tedja Sukmana Hudianto mengatakan, dana capex tersebut akan digunakan perseroan untuk melancarkan aksi ekspansi perseroan di tahun ini,”Capex, untuk ekspansi yang sudah jalan. Bangun pabrik di Karawang dan penyelesaian tahap terakhir pabrik di Sidoardjo. Lalu pabrik di Gresik dan untuk bangun gudang. Kita akan perkuat untuk distribusi agar lebih cepat pengiriman ke customer, karena kalau dari surabaya pengiriman lama," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/6).

Dirinya menyebutkan kalau dana capex tersebut akan berasal seluruhnya dari sindikasi pinjaman perbankan. Hingga kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp86,03miliar atau Rp11,97 per saham. Laba bersih kuartal I tahun 2014 menunjukkan pertumbuhan kinerja perseroan sebesar 8,39% bila dibandingkan dengan Laba bersih pada kuartal I tahun 2013 sebesar Rp79,37 miliar atau Rp11,05 per saham.

Menurutnya, pertumbuhan laba bersih disebabkan oleh pendapatan perseroan yang mengalami kenaikan dari Rp713,02 miliar pada kuartal I tahun 2013 menjadi Rp887,36 miliar pada kuartal I tahun 2014. Beban Pokok perseroan mengalami penurunan tajam dari Rp547,51 miliiar menjadi Rp758,03 miliar.

Sementara pendapatan (Beban) usaha dan lainnya perseroan mengalami kenaikan dari Rp(19,11) miliar menjadi Rp4,84 miliar. Beban Keuangan perseroan mengalami kenaikan dari Rp40,36 miliar menjadi Rp30,55 miliar.

Kemudian berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2013 sebesar 83% dari Rp 111 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 203 miliar, menjadi pertimbangan perseroan untuk membagikan dividen. Disebutkan, pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Kata Tedja, pembagian dividen tunai sebesar Rp 14,3 miliar atau setara dengan Rp 2 per lembar saham. Sementara sisa dari laba bersih setelah pembagian dividen itu juga akan dialokasikan sebagai laba ditahan dan untuk modal kerja.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2013, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp203,56 miliar atau naik 83,1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp111,18 miliar."Kenaikan ini terutama disebabkan adanya penghematan biaya produksi dan perubahan komposisi penjualan, dimana pada 2013 perseroan lebih banyak menjual produk yang bermargin tinggi," katanya.

Tedja Sukmana Hudianto menambahkan bahwa penjualan dan pendapatan sebesar Rp3,5 triliun atau meningkat 14% bla dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp3,1 triliun. Dijelaskan, kenaikan itu terutama disebabkan naiknya penjualan produk di pasar domestik. Disamping itu, penjualan meningkat untuk hampir semua jenis pipa baja, terutama untuk pipa spiral, pipa air, pipa hitam, pipa mekanis dan pipa perabot.

Menurut dia, kenaikan itu seiring dengan pertumbuhan yang terus terjadi di sektor perumahan dan komersil (hotel), industri konstruksi, dan proyek infrastruktur skala besar, termasuk di dalamnya proyek minyak dan gas. (bani)

Related posts