Pertamina dan Total Belum Turunkan Harga - Shell Indonesia Lebih Dulu

NERACA

Jakarta--- Tren penurunan harga minyak dunia, belum membuat PT Pertamina (Persero) dan PT Total Oil Indonesia menurunkan harga jual BBM non subsidinya. Namun Shell sudah menurunkan lebih dahulu.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun mengatakan hingga kini Pertamina belum mengubah harga BBM non subsidinya hingga periode 15 Agustus 2011. “Belum ada (perubahan), nanti kalau ada perubahan kami infokan," ujarnya

Hal yang sama pun disampaikan oleh Brand and Communication PT Total Oil Indonesia Rulianti Syahrul yang mengatakan perseroan belum mengubah harga jual ritel BBM mereka. Dengan demikian perusahaan minyak asal Perancis tersebut masih menggunakan harga lama per 2 Agustus lalu. "Belum ada perubahan harga, kalau ada perubahan nanti saya kabari," katanya.

Berbeda dengan PT Shell Indonesia yang sudah menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) perseroan mulai pukul 22.01 WIB tanggal 14 Agustus 2011. Harga BBM Shell jenis Super R92 sekelas Pertamax Pertamina di Jabodetabek turun Rp 200/liter dari Rp 8.400/liter jadi Rp 8.200/liter. "Harga (baru) BBM ritel Shell efektif berlaku 14 Agustus 2011 jam 22.01 (WIB)," kata Media Relations Manager Shell Indonesia Sri Wahyu Endah kepada wartawan di Jakarta, 14/8

Harga ini akan menjadi yang termurah jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis produksi Pertamina yaitu Pertamax yang di Jakarta harganya dijual Rp 8.300 per liter. Sementara harga BBM Total beroktan 92 dijual Rp 8.350 per liter.

Berikut daftar harga Pertamax cs Pertamina: Pertamax Plus Khusus DKI Jakarta Rp 8.700, Khusus Bodetabek Rp 8.800, Luar Jabodetabek Rp 9.950, SPBU Bersaing Rp 8.700. Sementara untuk Pertamax, Khusus DKI Jakarta Rp 8.300, Khusus Bodetabek Rp 8.400, Luar Jabodetabek Rp 8.500, SPBU Bersaing Rp 8.300.

Sementara daftar harga BBM Total sebagai berikut, Performance 92: Rp 8.350, Performance 95: Rp 8.900, Performande diesel: Rp 9.200.

Sedangkan harga baru BBM Shell mulai Pukul 22.01 WIB tanggal 14 Agustus 2011, antara lain, Super R92 untuk Jabodetabek: turun dari Rp 8.400 menjadi Rp 8.200, Surabaya turun dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.450. Untuk Super Ekstra R95 Jabodetabek: turun dari Rp 8.900 menjadi Rp 8.800, Surabaya: turun dari Rp 9.100 menjadi Rp 8.900

Selain itu, BBM Diesel untuk konsumen Jabodetabek turun dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.200, Surabaya turun dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.300. *cahyo

BERITA TERKAIT

GRUP GARUDA INDONESIA TURUNKAN TARIF TIKET 20% - AKR Masuk Jadi Pesaing Avtur Pertamina

Jakarta-Merespon imbauan Presiden Jokowi sebelumnya, maskapai grup Garuda Indonesia akhirnya menurunkan harga tiket pesawat terhitung mulai kemarin (14/2). Sementara itu,…

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus 100 Persen Lebih

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus 100 Persen Lebih NERACA Serang - Produksi pangan di Kabupaten Serang pada 2018 surplus melebihi…

Sikapi Penurunan Harga Tiket - Performance Saham Garuda Ikut Terkoreksi

NERACA Jakarta – Kebijakan maskapai Garuda Indonesia Group mengumumkan penurunan harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20% menuai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…