Piutang Pajak Rp72 Triliun Belum Tertagih

Jumat, 12/08/2011

Piutang Pajak Rp72 Triliun Belum Tertagih

Jakarta---Pemerintah mengungkapkan piutang pajak yang belum berhasil ditagih hingga Juni 2011 mencapai Rp 72,3 triliun. Jumlah ini naik dibandingkan akhir Desember 2010 yang sebesar Rp 54 triliun. "Jumlah piutang ini naik dari hasil penelitian dan pemeriksaan yang telah kami lakukan," kata Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Dadang Suwarna di Jakarta, Rabu (10/8)

Berdasarkan data sampai Juni 2011 lalu, jumlah piutang pajak yang sudah kadaluarsa mencapai Rp 4,5 triliun. Naik dari Desember 2010 yang jumlahnya Rp 2,6 triliun. Piutang pajak yang kadaluarsa ini tidak bisa ditagih lagi karena dalam 5 tahun tidak berhasil ditagih oleh Ditjen Pajak. "Dari jumlah Rp 54 triliun, sebesar Rp 23 triliun piutang lancar, Rp 6,1 trliun kurang lancar, Rp 8 triliun diragukan, Rp 11 triliun dalam perhatian khusus, dan sisanya macet," terangnya lagi.

Lebih jauh kata Dadang, sampai Selasa (9/8/2011), jumlah penerimaan pajak non migas yang diterima Ditjen Pajak mencapai Rp 380,5 triliun, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 309 triliun. Sementara target penerimaan pajak di 2011 ini mencapai Rp 698 triliun.

Ditempat yang sama Dirjen Pajak Fuad Rahmany menegaskan program sensus pajak yang akan dilakukan oleh Drektorat Jenderal pada akhir September 2011 ini bakal mengincar orang-orang kaya Indonesia yang belum membayar pajak dengan benar. "Sensus pajak ini akan mengincar pengusaha di tempat-tempat usaha seperti di mal. Lalu orang-orang kaya juga akan didatangin. Karena masih banyak orang kaya yang pajaknya belum benar," ungkapnya

Sebelumnya, Fuad juga mengatakan sensus ini bakal menyasar pusat-pusat perbelanjaan seperti ITC hingga perusahaan kelas kakap. Sensus ini bakal berlangsung dalam waktu 2 tahun. Ditjen Pajak membuka lowongan 3.000 pekerja honorer untuk pelaksanaan sensus pajak pada akhir September nanti. Lowongan tersebut dibuka di seluruh kantor wilayah Ditjen Pajak.

Nanti, para calon pegawai honorer ini akan dilatih oleh Ditjen Pajak untuk melakukan sensus pajak. Pada intinya dalam sensus pajak nanti, seluruh pegawai ini akan mendatangi wajib pajak yang menjadi sasaran sensus tersebut.

Jadi rencananya, akhir September ini sensus pajak nasional ini akan dilakukan secara menyeluruh. Ditjen Pajak juga telah berkonsultasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan sensus ini. "Saya sudah bertemu Pak Rusman (Kepala BPS) dan beliau membantu memberikan pemikiran dan masukkan. Kami tidak bisa meminta bantuan mereka karena mereka kan juga banyak tugas melakukan pendataan dan sensus," katanya.

Fuad mengatakan, dalam sensus nanti para aparat pajak akan meminta wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban pajaknya untuk segera menuntaskannya. **cahyo