BNP2TKI Gandeng JobsDB Indonesia - Promosi Lowongan Kerja Luar Negeri

NERACA

Jakarta - Peluang kerja di luar negeri yang dinilai cukup besar, Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) melakukan kerjasama dengan portal penyedia lowongan kerja terpercaya di Asia, JobsDB Indonesia. Kerjasama yang dimulai dengan menandatangani nota kesepemahaman untuk pengelolaan sistem informasi pasar kerja luar negeri. Nantinya sistem informasi tersebut akan disajikan melalui situs website.

Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur mengatakan bahwa peluang kerja di luar negeri terbuka cukup lebar. "Setiap warga negara berhak untuk bekerja. Misalnya saja di Korea, untuk kerja disana syaratnya hanya lulusan SMP. Bisa langsung mendaftar, ikut pelatihan pekerjaan dan bisa langsung bekerja di luar negeri," ucap Gatot saat ditemui di kantornya usai menandatangani nota kesepemahaman dengan JobsDB Indonesia di kantor BNP2TKI, Kamis (12/6).

Namun demikian, pihaknya tidak mendorong masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Karena, jika bekerja di dalam negeri maka jauh lebih baik lantaran dekat dengan keluarga dan hasil devisa nya bisa dimanfaatkan di dalam negeri. "Akan tetapi, kami akan memfasilitasi masyarakat yang ingin kerja di luar negeri. Untuk bekerja di luar negeri, harus mempunyai keterampilan dan menguasai bahasa negara tujuan," kata Gatot.

Soal pasar tenaga kerja di luar negeri, Gatot mengatakan beberapa negara di Asia Pasifik bisa menjadi tujuan bekerja seperti di Korea, Jepang, Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Singapura. "Untuk di Malaysia, tenaga kerja asal Indonesia mencapai 2 juta orang. Maka dari itu, sebelum mencari pekerjaan di luar maka perlu menyesuaikan dengan bahasa, hukum dan pekerjaannya," tuturnya.

Tak hanya di Asia Pasifik, menurut dia, pasar tenaga kerja di Timur Tengah juga cukup menjanjikan. Negara-negara padang pasir sana membutuhkan tenaga kerja yang sudah mempunyai keahlian ataupun belum (unskill). "Untuk masalah gaji, di Qatar ada TKI yang mendapatkan gaji Rp15 juta per bulan. Di Arab Saudi, ada tukang masak asal Manado yang mendapatkan gaji Rp100 juta per bulan. Untuk yang ahli misalnya di perminyakan, gajinya bisa mencapai Rp500 juta perbulan," tambahnya.

Lebih jauh lagi, Gatot menjelaskan bahwa kerjasama yang strategis dalam pengelolaan sistem informasi pencarian dan penempatan tenaga kerja ini akan menjawab keinginan para tenaga kerja terampir di Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri. "Kami merasa yakin dengan kerjasama secara profesional dengan JobsDB portal yang mempunyai reputasi internasional. Saya meyakini kerjasma ini akan berjalan dengan baik. Dukungan swasta tetap dibutuhkan oleh pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri," tambahnya.

Ditempat yang sama, Managing Director and Country Manager JobsDB Indonesia Ariadi Anaya menjelaskan masalah tenaga kerja adalah masalah nasional. Makanya tak sedikit orang yang memilih bekerja di luar negeri. Namun informasi yang tidak lengkap dan prosedur yang rumit kerap menjadi kendala."Hal-hal seperti ini sering beberapa tenaga kerja mengurungkan niat ke luar negeri. Akibatnya banyak lulusan sekolah atau lembaha pelatihan yang memiliki keterampilan dan etos kerja tidak mendapatkan kesempatan bekerja," ujarnya.

Padahal, kata dia, permintaan pasar atas tenaga kerja terampil baik teknis maupun non teknis cukup luas di luar negeri. "Sekarang impian untuk bekerja di luar negeri terbuka luas, mudah dan bebas biaya. Selama ini terbukti tenaga terampil Indonesia mampu menembus pasar kerja global. Melalui kepercayaan ini yang diberikan BNP2TKI kepada JobsDB merupakan langkah awal untuk melebarkan peluang bagi pencari kerja di luar negari," ungkap Ariadi.

Ariadi menyatakan bahwa dalam realisasi kerjsama ini nantinya termasuk juga untuk melaksanakan berbagai pelatihan bagi pegawai di lingkungan BNP2TKI, pengintegrasian situs lowongan kerja online BNP2TKI dengan aset digital yang dimiliki JobsDB, serta melakukan aktivitas marketing dan promosi sebagai sarana informasi dan komunikasi ke seluruh wilayah di Indonesia. “Kami juga akan memberikan informasi mengenai kisah-kisah sukses para tenaga kerja Indonesia di luar negeri,” tuturnya.

Untuk ke depannya, BNP2TKI berharap kerjasama strategis ini akan terus berkembang dan akan makin banyak tenaga kerja terampil dari Indonesia yang mendapat pekerjaan di luar negeri. “Karena mereka adalah bagian penting dari penentu pemasukan devisa bagi pemerintah Indonesia serta berperan aktif dalam kesempatan globalisasi,” cetus Gatot.

Sebagai informasi, JobsDB sebagai portal penyedia lowongan kerja adalah yang terbesar di Asia. Berdiri sejak 15 tahun lalu, kini JobsDB telah memiliki jaringan luas di 7 negara di kawasan Asia yaitu Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Pilipina, Singapura, dan Thailand. “Dengan tersedianya 30.000-40.000 peluang lowongan kerja setiap hari di portal jobsDB, hal ini merupakan aset nasional. Peluang lowongan kerja tersebut disambangi sekitar 75% pencari kerja di Indonesia yang mana memilih melamar pekerjaan melalui portal lowongan kerja seperti JobsDB,” pungkasnya.

Related posts