Masalah Izin Lahan Masih Dikeluhkan - Bisnis Pembangunan BTS

NERACA

Jakarta – Persoalan lahan masih menjadi masalah klasik yang tidak hanya dialami industri properti dan jalan tol, tetapi juga dialami Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL). Pasalnya, perusahaan jasa menara BTS selama ini mengakui kesulitan dalam perizinan lahan untuk membangun BTS.

Ketua Umum ASPIMTEL Periode sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, saat ini pengusaha menara mengalami kendala atas perijinan-perijinan terkait dengan menara, “Munculnya berbagai macam perijinan yang tidak relevan dan cenderung bertentangan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya, proses pengurusan yang lama mengakibatkan biaya ekonomi yang tinggi,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (11/6).

Dia juga menambahkan, adanya pungutan retribusi pengendalian menara telekomunikasi sebagai adanya implementasi UU No.28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah merupakan permasalahan-permasalahan dalam kaitan dengan Pemerintah Daerah dan Menara. Padahal, selama ini pengusaha menara belum merasakan dampak yang signifikan dari adanya pungutan daerah tersebut.

Kata Trenggono, idealnya dengan adanya retribusi pemerintah daerah, maka ada fasilitas yang di dapatkan sebagai dampak dari adanya retribusi tersebut. Misalnya adanya petugas pengawas menara yag bertugas melakukan pengecekan menara-menara telkomunikasi secara berkala agar tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak membahayakan bagi masyarakat sekitar, “Maka dengan adanya petugas tersebut, pengawasan terhadap menara-menara telekomunikasi menjadi lebih tertib dan objektif,”ungkapnya.

Lanjutnya, menara telekomunikasi diharapkan dapat menjadi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi regional. Karena penambahan menara telekomunikasi baru tentunya seiring dengan bertambahnya penempatan BTS oleh operator telekomunikasi. Hal ini untuk mendukung kelancaran berkomunikasi serta menunjang kemudahan aktivitas masyarakat.

Disamping itu, ASPIMTEL juga berharap dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam pembangunan daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, anggota ASPIMTEL telah memiliki lebih dari 30.000 menara diseluruh Indonesia dari Sabang sampai merauke di lebih dari 430 Kabupaten/Kota di Indonesia yang merupakan infrastruktur pendukung terselenggaranya layanan telekomunikasi di wilayah Indonesia yang diselenggarakan oleh para operator telekomunikasi seluler.

Dalam Munas ASPIMTEL telah melantik David Bangun, yang merupakan CEO dari PT. Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebagai Ketua Umum ASPIMTEL. “ASPIMTEL akan terus berupaya untuk mengoptimalkan perannya dalam industri baik dalam memberikan usulan-usulan dan langkah-langkah demi kemajuan industri. Dengan kepengurusan yang baru ini diharapkan dapat menjadi pembaruan dan terus meningkatkan peran dan fungsi asosiasi ini,”kata David Bangun. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

KTP Belum Bisa Jawab Semua Masalah Publik

  Oleh : Sugeng Hermansyah, Pemerhati Masalah Sosial Politik Dalam debat putaran ketiga yang mempertemukan kedua cawapres, KH Ma’ruf Amin…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…