Mobil Murah RI Rambah Filipina dan Pakistan

NERACA

Jakarta - Permintaan pasar akan mobil ramah lingkungan sedang melesat tajam seiring dengan perkembangan teknologi baru dan pembangunan yang semakin maju. Hal tersebut tentunya memengaruhi perkembangan mobil pintar generasi terbaru, sehingga akhirnya akan mendorong produsen mobil untuk terus berinovasi.

Pendorong pertumbuhan industri otomotif global saat ini adalah pasar mobil di Negara berkembang. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan ekspor perdana LCGC produksi PT SIM ke Pakistan ini akan dilakukan dalam bentuk completely knocked down (CKD) dengan rencana ekspor pada 2014 mencapai 1.000 unit per bulan, serta diharapkan pada 2018 akan mencapai 1.500 unit per bulan atau 20.000 unit per tahun.

"Sejak diluncurkan pada 2013, produk LCGC Indonesia telah diserap dengan baik oleh pasar dalam negeri bahkan diminati pasar luar negeri," imbuhnya.

Hingga kini, lanjut Hidayat, produk LCGC Indonesia telah diekspor ke Filipina dan Pakistan. Di satu sisi, ini menunjukkan LCGC yang diproduksi Indonesia telah memiliki kualitas yang cukup diandalkan. Sehingga mendapat respon, baik oleh pasar dalam negeri maupun ekspor.

"Di sisi lain, capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa program pengembangan produksi KBH2 yang dicanangkan pemerintah sejak 2013 sudah tepat dan sejalan dengan perkembangan bisnis automotif dewasa ini," tukas dia.

PT Suzuki Indomobil Motor mengekspor ribuan mobil low cost green car (LCGC), Karimun Wagon R, ke Pakistan. Mobil tersebut diekspor dalam bentuk terurai (completely knocked down/CKD).

Presiden Direktur Suzuki Indomobil Motor, Shuji Oishi, mengatakan, perusahaan mengekspor 1.200 unit Suzuki Wagon R ke Pakistan untuk tahun ini dengan total target penjualan 20 ribu unit per tahun.

Langkah itu dilakukan dalam rangka penguatan kuku bisnisnya di mancanegara. "Kami akan terus meningkatkan penjualan di luar negeri," kata Executive Vice President Suzuki Motor, Toshihiro Suzuki.

Sejak peluncurannya pada November 2013 hingga Mei 2014, Karimun Wagon R telah terjual sebanyak 13.702 unit.

Toshihiro mengatakan, selama 2013, perusahaan telah menjual 26.533 unit kendaraan roda empat dan 114.335 unit kendaraan roda dua.

Terkait pendapatan, Suzuki Indomobil Motor mengklaim telah mengantongi Rp3,16 triliun dan total pendapatan dari ekspor komponen sebesar Rp161 miliar. "Rencana ke depan akan mengekspor 50 ribu unit kendaraan roda empat dan 190 ribu unit kendaraan roda dua," kata dia.

Tingkatkan Nilai Ekspor

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Ari Satria, mengatakan, ekspor perdana Suzuki Karimun Wagon R ini merupakan momen penting untuk meningkatkan nilai ekspor produk otomotif ke seluruh dunia.

Ekspor ini menjadi nilai positif karena berkontribusi terhadap nilai ekspor nonmigas Indonesia. Kata Ari, sektor otomotif merupakan salah satu penggerak utama ekspor dan perekonomian Indonesia. Dengan adanya ekspor produk ini, posisi Indonesia sebagai basis produksi dan suplai kendaraan multiguna secara global, bisa dikuatkan.

"Industri otomotif di Indonesia tak hanya berorientasi pasar domestik, tapi juga ekspor. Lebih jauh, industri otomotif perlu dikembangkan karena tak hanya penting bagi ekspor dan pertumbuhan ekonomi, tapi juga penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya saing produk otomotif Indonesia," kata dia.

Related posts