Link Net Bidik 500 Ribu Pelanggan Baru - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal Senin kemarin, PT Link Net Tbk (LINK) sebagai perushaan layanan TV Kabel berambisi bisa menjadi pemain utama di Indonesia mengalahkan kompetitorya. Oleh karena itu, perseroan menargetkan penambahan jaringan kabel rumah tangga baru hingga 500 ribu di wilayah Jakarta.

Direktur LINK Dicky S Moechtar mengatakan, perseroan memiliki ambisi yang cukup besar menjaring pelanggan baru,”Ada potensi 1,7 juta kabel rumah tangga di Jakarta, sekarang kami baru 1,2 juta kabel rumah tangga, jadi masih ada potensi besar sekali hingga 500 ribu kabel yang belum terpasang,”ujarnya di Jakarta, Senin (2/6).

Dicky menambahkan, walaupun ada potensi sekira 500 kabel, pihaknya pada tahun ini hanya menargetkan pemasangan kabel baru sebanyak 200 ribu rumah tangga. "Namun kita bakal hanya 200 ribuan kabel rumah tangga," imbuhnya.

Menurutnya, sebagai pemain satu-satunya di bisnis ini, potensi yang belum tergarap akan menjadi incaran pelanggan perusahaan pada tahun selanjutnya. Selain itum pihaknya akan masih terus fokus menggarap pasar di wilayah Jabodetabek. "Kami belum incar wilayah lain untuk market baru kami, karena Jabodetabek masih besar,”ujarnya.

Untuk memuhi target pelanggan baru tersebut, perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1 triliun pada tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja bisnis perusahaan,”Belanja modal kami Rp1 triliun, itu buat membeli peralatan dan perangkat pada tahun ini guna menambah dan memperluas jaringan,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, belanja modal ini bersumber pada cash internal perusahaan dikarenakan masih ada dana yang besar sudah dipersiapkan. Dimana sumber pendanaannya cash internal 90% dan sisanya pinjaman perbankan.

Kata Dicky, saat ini perusahaan mengandalkan layanan internet daripada layanan televisi berlangganan. Alasannya, internet sangat diminati dan dari bisnis data internet 60% untuk pendapatan, sisanya televisi. Disamping itu, perusahaan juga menargetkan penggunaan internet dan layanan televisi berlangganan menyasar kota Bandung. Sebab selama ini perusahaan hanya mengoperasikan internet dan layanan televisi berlangganan di wilayah Jakarta dan Surabaya.

Debut perdana di pasar modal, saham PT Link Net Tbk langsung di buka menguat sebesar Rp400 menjadi Rp2.000 per lembar saham dari harga saham perdana yang ditawarkan pada saat Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp1.600 per lembar saham. Emiten ke-12 di BEI ini mencatat saham dengan nilai terendah sempat menyentuh di angka Rp1.900 per lembar saham dan nilai saham tertinggi sebesar Rp2.100 per lembar saham. Total frekuensi saham sebanyak 18 kali dengan volume sebesar 71 lot dengan nilai total transaksi sebesar Rp74 juta. (bani)

Related posts