Citi Ciptakan Kenyamanan Transaksi Perbankan - Pengguna Digital Banking Tumbuh Pesat

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin memudahkan nasabah dalam menunjang berbagai aktivitasnya, TIK menjadi salah satu penentu dari keberhasilan sebuah bank dalam mengumpulkan dana dari para nasabahnya. Fenomena ini dibaca dengan baik oleh perbankan dengan menciptakan berbagai aplikasi layanan seperti pada telepon selular pintar dan tablet guna menciptakan kenyamanan transaksi perbankan.

NERACA

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam layanan perbankan tampaknya sudah tidak dapat dibendung lagi. Menyadari ketatnya persaingan industri perbankan, maka inovasi pelayanan dengan fasilitas kemudahan yang ditawarkan harus mengadopsi kecanggihan teknologi melalui pemanfaatan atau penggunaan teknologi untuk transaksi-transaksi keuangan.

Berdasarkan data yang diperoleh, hampir 5 miliar orang merupakan pengguna ponsel. Menurut Internet World Stats, di Asia terdapat sekitar 1 miliar pengguna ponsel dengan akses internet. Berdasarkan data tersebut, jumlah pemakai ponsel dua setengah kali lebih besar dibandingkan jumlah rekening bank, khususnya di pasar yang sedang berkembang. Hal ini memberikanimplikasi bagi penyedia layanan perbankan tentang bagaimana konsumen ingin mengakses layanan finansial mereka.

Head of Consumer Banking for Citi in Asia Pacific, Jonathan Larsen menuturkan, kecepatan, kesederhanaan dan kemudahan menjadi alasan penggunaan teknologi di seluruh dunia.Teknologi dan digitalisasi telah menjadi sebuah tren dunia saat ini.

“Sebagai sebuah bank, kami memiliki prioritas untuk terus berinovasi dan menggunakan teknologi dalam melayani pelanggan kami. Kami memiliki visi untuk menjadi digital bank yang terkemuka di dunia dan di Asia kami melihat peluang yang sangat besar untuk layanan digital banking. Teknologi dan digitaliasi telah merubah cara kami dalam melayani pelanggan. Preferensi konsumen telah berubah sehingga terdapat kecenderungan untuk mengarahkan konsumen pada saluran digital yang baru,” ungkap dia

Citibank mencatat, setidaknya terdapat lebih dari 7 juta nasabah perseroan yang telah tergabung sebagai pengguna layanan digital banking untuk kebutuhan perbankan mereka baik secara online, melalui ponsel atau saluran digital lainnya.

Layanan ini juga menjadikan Citi sebagai pemenang penghargaan Mobile and Internet Banking Award di 14 wilayah operasional untuk bank yang beroperasi di Asia. Per April 2014, Citi telah memiliki 7,4 juta nasabah di Asia yang terdaftar sebagai pengguna layanan digital banking.

Citi sangat fokus dalam melakukan investasi di bidang teknologi agar dapat mendukung bisnis consumer-banking mereka. Pada akhir tahun 2013, Citi juga bekerja sama dengan provider telekomunikasi 3 Hong Kong untuk meluncurkan mobile banking wallet di Hong Kong.

Beberapa cabang Citibank juga telah mengadopsi konsep digital branch. Cabang “smartbanking” ini dilengkapi dengan layar sentuh yang interaktif, fasilitas konferensi video, dan akses layanan perbankan melalui perangkat seperti iPhone dan iPad. Cabang “smart-banking” pertama kali diluncurkan di Jepang pada tahun 2009 dan terus berkembang hingga di seluruh dunia, termasuk lebih dari 100 cabang yang di Asia.

Citi juga melakukan investasi teknologi terbaru untuk ATM dan tahun lalu meluncurkan generasi terbaru dari mesin ATM di Asia Pasific yang dinamai Citibank Express. ATM ini dapat menawarkan seluruh layanan yang bisa diperoleh di kantor cabang.

Efisiensi Nasabah Korporasi

Sebanyak 50% bisnis Citibank Indonesia berasal dari nasabah korporasi, baik itu dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta atau lembaga keuangan lainnya. Berbagai fasilitas perbankan Citibank Indonesia juga memiliki fokus untuk membangun efisiensi kerja secara menyeluruh agar kegiatan operasi perusahaan tersebut terus berjalan secara efisien di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“Fasilitas perbankan seperti layanan Cash Management misalnya, sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjaga arus kas perusahaan agar dapat terus bertumbuh, meningkatkan efisiensi serta efektifitas penggunaan modal dan sistem pengaturan resiko, juga dalam menghadapi tantangan sektor perbankan” ujar Riko Tasmaya, Managing Director Treasury and Trade Solutions Citi Indonesia belum lama ini di Jakarta

Berbicara mengenai tantangan yang dihadapi sektor perbankan korporasi, Riko menjelaskan bahwa terdapat tiga tren pasar yang berkembang secara global sekarang ini yakni globalisasi, urbanisasi dan digitalisasi. Menjawab tren digitalisasi, sebelumnya Citibank Indonesia telah meluncurkan platform layanan perbankan digital, CitiDirect Online Banking pertama di Indonesia di tahun ini.

“Bisnis transaksi digital melalui CitiDirect Mobile yang dicatat oleh Citibank Indonesia di tahun 2013 telah mencapai USD11 milyar dan prospeknya akan terus meningkat. Oleh karena itu, saat ini Citibank Indonesia kembali menghadirkan inovasi layanan perbankan digital dalam usaha mendukung aktivitas bisnis nasabah korporasi kami melalui CitiDirect Banking Evolution,” ujar Riko.

CitiDirect Banking Evolution membantu nasabah korporasi skala nasional asal Indonesia untuk secara efisien mengelola transaksi saat melebarkan sayap ke Asia Tenggara, Asia, bahkan global. Penetrasi layanan perbankan digital ini turut menjadi jawaban tantangan tren pasar global lainnya, yakni globalisasi dan urbanisasi. Dengan jaringan di lebih dari 100 negara, Citibank memiliki standar sistem keuangan yang sama secara global dan menjadikannya mitra bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan lokal untuk melakukan ekspansi ke mancanegara serta transaksi bisnis global.

Layanan perbankan digital melalui CitiDirect Banking Evolution ini dirancang agar dapat diakes melalui perangkat komputer, komputer jinjing, tablet maupun smartphone di mana saja dan kapan saja. Di Indonesia sendiri, sekitar 1000 nasabah korporasi tercatat sudah menggunakan layanan CitiDirect Banking Evolution dan diharapkan pengguna layanan tersebut dapat meningkat sebesar 25-30% dari total nasabah korporasi Citibank Indonesia.

Related posts