RAPBN 2012 Akan Respon Krisis AS dan Eropa

Rencana Pidato Presiden SBY, 16 Agustus 2011

Rabu, 10/08/2011

NERACA

Jakarta----Pemerintah tampaknya benar-benar mempersiapkan Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait penyampaikan nota keuangan RAPBN 2012 pada 16 Agustus mendatang. Apalagi dalam RAPBN 2012 akan disinggung pula langkah dan kebijakan guna merespon perkembangan krisis di AS dan Eropa.

"Kita mewaspadai itu dan perkembangan global juga dibahas nanti di dalam presiden menyampaikan kepada publik termasuk dampaknya kepada Indonesia bagaimana Indonesia merespons perkembangan dunia itu," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta,9/8.

Yang jelas, kata Agus, dalam pidato penyampaian RAPBN 2012 tersebut akan disinggung pula arah dan masukkan penggunaan anggaran. “Kita ingin pidato kenegaraan itu yang betul-betul bisa memberikan arah dan masukan pada rakyat indonesia tentang bagaimana anggaran belanja dan nota keuangan Indonesia tahun 2012," ungkapnya

Menurut mantan Dirut Bank Mandiri ini, pemerintah ingin menyampaikan nota keuangan itu kepada masyarakat tentang apa saja prioritas yang menjadi pegangan dalam pengelolaan anggaran. Pemerintah telah membahas bersama DPR soal asumsi dasar RAPBN 2012 sejak bulan Mei hingga Juli lalu. "Kita sudah melakukan pembicaraan pendahuluan dengan DPR ya. Jadi ini memang adalah elaborasi tentang apa yang akan dilakukan di tahun 2012," tambahnya.

Sebelumnya, pada Juli 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono telah menggelar sidang kabinet paripurna membahas tentang Pembahasan Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012..

Dalam sambutan pada pembukaan siding tersebut, Presiden SBY menginginkan agar persiapan pidato RAPBN 2012, yang akan disampaikan di DPR RI menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) RI 17 Agustus 2011, dirumuskan dan dipersiapkan dengan baik. "Meskipun sudah kita persiapkan RAPBN tahun 2012 dan Nota Keuangannya tersebut namun mari kita pastikan bahwa sebelum saya sampaikan di depan joint session antara DPR RI dan DPD RI semuanya telah kita persiapkan, telah kita rumuskan dengan baik," katanya

Sidang kabinet tersebut dihadiri Wakil Presiden Boediono bersama para menteri bidang Perekonomian membahas mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012. "Karena itu pada rapat ini mari kita cek satu per satu, semuanya. Dengan demikian harapan kita, apa yang kita sampaikan pada DPR dan DPD RI adalah sesuatu yang terbaik," kata Presiden lagi

Pada hari itu juga, Presiden juga mengadakan rapat konsultasi dengan Pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI di Istana Negara. Acara ini digelar juga dalam rangka menyambut sidang bersama antara DPR dan DPD tanggal 16 Agustus 2011 yang mengagendakan penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Republik Indonesia (RI).

Seperti diketahui, SBY dalam sidang kabinet terbatas juga membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012. Seusai sidang kemarin, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa memprediksi inflasi berada di level 5,3%.

Asumsi RAPBN 2012, pertumbuhan ekonomi bergerak dari 6,7% dan bergerak ke 7 persen, lifting 950-970 ribu barel. ICP tidak jauh-jauh dari sekarang USD90-USD95. Inflasi sekitar 5,3%. Dolar sekira Rp8.500-Rp9.000. Untuk menekan subsidi BBM, defisit tidak akan seperti APBN-P lagi. **cahyo