Kemenakertrans nilai Kualitas SDM Nasional Masih Rendah

NERACA

Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyebutkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasional masih rendah, akibatnya banyak lowongan kerja yang tidak bisa ke isi mengingat para pelamar tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Direktur Bina Pemagangan Kemenakertrans, Bagus Marijanto, mengatakan saat ini banyak lowongan pekerjaan tidak dapat terisi oleh pencari kerja karena tidak sesuai kriteria kebutuhan pekerjaan. Tingkat pendidikan rendah menjadi salah satu penyebab perusahaan sulit untuk mencari pekerja yang cocok. Padahal setiap tahun, angkutan kerja tumbuh 2,5 juta orang per tahun. "Lowongan pekerjaan tidak dapat terisi oleh pencari kerja karena tidak sesuai kriteria kebutuhan pekerjaan," katanya di Jakarta, Kamis (3/4).

Oleh karenanya, pihaknya akan berupa untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia dengan program pengembangan dan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selain itu juga pihakny akan meningkatkan kualitas instruktur dan tenaga kepelatihan.

“Peningkatan kualitas tenaga kerja itu untuk menanggulangi pengangguran dan kemiskinan, dan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu juga, masalah lain yang terus mengganjal pada kemampuan tenaga kerja nasional yaitu kualitas SDM tidak merata karena kesenjangan pembangunan ekonomi antara Indonesia bagian barat dan timur juga mempengaruhi kualitas tenaga kerja. “Selain masih rendah kualitasnya, kemampuan tenaga kerja nasional belum merata terutama tenaga kerja dari daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (Menakertrans) berharap jumlah tenaga kerja yang berlatar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) dapat di kurangi. Minimal menjadi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Menurutnya upaya pengurangan jumlah tenaga kerja yang berpendidikan SD kebawah bisa di lakukan dengan sejumlah langkah, di antaranya meningkatkan koordinasi dengan kementerian Pendidikan Nasional. Ini di lakukan agar pekerja dengan jenjang Pendidikan Nasional. Ini di lakukan agar pekerja dengan jenjang Pendidikan SD ke bawah tidak lagi sebanyak 55,1 juta orang seperti saat ini. Peningkatan kualitas tenaga kerja dari lulusan pendidikan sekolah dasar menjadi minimal sekolah menengah, lanjutnya, sangat di butuhkan.

“Ini merupakan awal pembentukan tenaga kerja yang produktif proaktif, dan memiliki daya serap yang maksimal di bidang kerja usaha yang di minati, dalam hal ini Pemerintah mengupayakan agar tenaga kerja lulusan sekolah dasar bisa turun hingga menjadi 25% dari yang saat ini masih 49,53 %,” kata Muhaimin,

Oleh karenanya Kemennakertran terus bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan Nasiaonal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), ini menjadi salah satu solusi perbaikan daya saing dan produktifitas Tenaga kejra, baik yang bekerja di dalam maupun di luar negeri. Untuk tahab awal, kerja sama di lakukan untuk perbaikan kualitas tenaga kerja lulusan SD dan memperbanyak lulusan diploma atau sarjana.

Pemerintah menargetkan penurunan tenaga kerja lulusan sekolah dasar menjadi 25% sedangkan tenaga kerja lulusan sekolah mennengah pertama dapat naik menjadi 20%. Saat ini tenaga kerja lulusan sekolah dasar (SD) masih (49,53% dari angkatan kerja di Indonesia , sedangkan yang lulusan sekolah menengah pertama mencapai 21,22%

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angkatan kerja lulusan SD mencapai 56,67 juta pada Mei 2013. Lalu angkatan kerja untuk lulusan SMP sebanyak 22,11 juta dan lulusan SMU sebanyak 19,61 juta, dan angkatan kerja untuk lulusan SMK sebanyak 11,03 juta. Sisanya lulusan diploma II sebanyak 3,41 juta, dan SI sebanyak 8,36 juta.

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Pameran Koperasi Lebak Rp3,4 Miliar

Nilai Transaksi Pameran Koperasi Lebak Rp3,4 Miliar NERACA Lebak - Nilai transaksi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam pameran…

CIPS Sebut Pengembangan Vokasi Masih Temui Hambatan

NERACA Jakarta – Pengembangan pendidikan vokasi masih menemui banyak hambatan. Di antaranya adalah mengenai kurangnya fasilitas penunjang, tempat praktik dan…

Nilai PDB vs Utang Luar Negeri

Oleh:Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Konstruksi dari setiap rencana pembangunan ekonomi secara umum diniatkan untuk mengurangi ketergantungan dari…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jagung Datang Peternak Ayam Merasa Senang

  NERACA   Malang - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target.…