Jangan Sampai Porsi Negara Dikurangi - Terkait Tunggakan Pajak KKKS Rp1,6 T

Terkait Tunggakan Pajak KKKS Rp1,6 T

Jangan Sampai Porsi Negara Dikurangi

Jakarta---Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menegaskan tunggakan pajak dari sejumlah perusahaan migas yang tercantum dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus dibayarkan terlebih dahulu. "Ya harus dong (tunggakan pajak), itu kan kewajiban jadi harus dibayar dulu. Kalau dia mengajukan banding pun, itu kan urusan pengadilan, biar pengadilan yang memutuskan. Ini kan antara pembayar pajak dengan dirjen pajaknya dia harus lewat situ," kata Kepala BPKP Mardiasmo kepada wartawan di Jakarta,2/8

Kisruh tunggakan pajak itu, kata Mardiasmo, harus diselesaikan oleh Dirjen Pajak. Karena hingga kini 14 perusahaan migas yang menunggak pajaknya senilai Rp1,6 triliun, belum menyelesaikannya. "Sekarang di dirjen pajak dan dirjen anggaran, karena kalau migas itu dirjen anggaran. Kalau Surat Ketetapan Pajak (SKP) itu di dirjen pajak, kurang bayar itu dirjen pajak. Kalau BPKP hanya melihat dari porsi penerimaannya yang 85 persen," lanjutnya.

Meskipun begitu, pelaksanaan tax treaty yang berlaku pada KKKS dari Inggris mengurangi penerimaan negara menurutnya harus diperjuangkan. "Penerimaan negara dari migas bukan dari pajak itu yang harus dilaporin, makanya kita pertahankan. kalau itu tidak dipertahankan berarti porsi negara terkurangi,”paparnya.

Yang jelas, kata Mardiasmo, BPKP memberi peringatan jangan sampai porsi negara dikurangi. “Kita kan mengingatkan, itu harus ada yang aware dong agar porsinya jangan sampai berkurang. Apakah nanti dirjen pajak megang surat SKP itu wewenang dirjen pajak, kita hanya mengingatkan karena kalau tidak dikoreksi porsi penerimaan negara yang 85% akan terkurangi," terangnya.

Ditempat terpisah, Kepala Divisi Humas, Sekuritas, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Gde Pradnyana mengatakan produksi minyak Indonesia hingga Juli 2011 mulai mengalami kenaikan, rata-rata produksi minyak sudah berada di atas 920 ribu barel per hari (bph). “Produksi minyak rata-rata bulan Juli sudah di atas 920 ribu bph. Sedangkan untuk produksi gas sudah mencapai 8.800 mmscfd," kata Gde.

Gde melanjutkan, kenaikan produksi ini juga didukung kembalinya produksi lapangan yang dikelola ConocoPhillips yang sempat mengalami planned shutdown akhir Juli 2011 lalu. "Planned shut down Cophi (Conoco Phillips) sudah selesai kan. Sejak Sabtu kemarin sudah mulai ramp-up naik. Hari ini sudah pada level 980 mmscfd (produksi gasnya)," jelasnya.

Gde menambahkan dari rata-rata produksi sampai akhir Juli 2011 lalu, saat ini produksi minyak Indonesia sudah mulai merangkak naik. Pemerintah dan DPR pun menyepakati target produksi minyak dalam APBN perubahan 2011 menjadi 945 ribu bph. Dilihat dari capaian rata-rata produksi minyak Indonesia hingga Juli 2011, target belum kunjung tercapai meskipun target sudah diturunkan. **cahyo

BERITA TERKAIT

KOTA SUKABUMI - Jangan Asal Munculkan Angka Retribusi Tower

KOTA SUKABUMI Jangan Asal Munculkan Angka Retribusi Tower NERACA Sukabumi - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menara…

Wakaf Produktif Melalui Sukuk Negara, Solusi Pengentasan Kemiskinan

Oleh: Eri Haryanto, Staf Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR *) Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Maret…

Presiden Kelima Indonesia - Negara Kuat Jika Pancasila Selalu Diajarkan

Megawati Soekarno Putri  Presiden Kelima Indonesia Negara Kuat Jika Pancasila Selalu Diajarkan Tondano - Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarno Putri…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Perdagangan E-Commerce Dipantau BPS

      NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) siap untuk melakukan perekaman data para pelaku perdagangan secara…

Kemendes PDTT Buka Akses Desa Yang Terisolasi

  NERACA   Maluku - Untuk memajukan dan memperkuat wilayah-wilayah perbatasan Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu…

BATA Ingin Tambah 25 Toko Baru

      NERACA   Jakarta - PT Sepatu Bata. Tbk (Perseroan) berencana untuk melakukan eskpansi dengan membangun 25 toko…