Garuda Mengklaim Alami Kerugian Besar

Jumat, 14/03/2014

Akibat kabut asap yang terjadi di Riau dalam sebulan kemarin, memaksa roda perekonomian berjalan lambat. Kondisi ini pula yang dirasakan industri penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) lantaran ada beberapa rute penerbangan yang di batalkan atau tidak bisa diberangkatkan.

Station Manager Garuda wilayah Pekanbaru, Irawan mengatakan, tingkat kerugian itu bisa dihitung dari banyaknya pesawat yang tidak bisa terbang dan mendarat di Pekanbaru. Disebutkan, Garuda punya 7 penerbangan ke Riau, yaitu sebanyak 6 dari Jakarta dan 1 dari Medan.

Maka dengan demikian ada 14 penerbangan dalam sehari. Namun akibat kondisi kabut asap, maka perseroan menderita rugi karena banyaknya rute penerbangan yang dibatalkan,”Kalau ada 14 penerbangan satu maskapai berisikan penumpang 100 orang dengan ongkos Rp 1 juta, itulah kerugian kami alami dalam sehari,”ungkapnya kemarin.

Menurutnya, kondisi tersebut belum dihitung dengan kerugian ketika pesawat harus dialihkan ke tempat lain dan ketika ditunggu, seharian jarak pandang tak juga normal,”Terpaksa kita harus mengeluarkan dana penginapan hotel untuk penumpang. Itu bukan untuk satu pesawat saja, bisa 3 sampai 4 pesawat dalam sehari," kata Irawan.

Kerugian lainnya, Garuda harus mengeluarkan dana avtur percuma akibat dialihkan. Dimana sekali berangkat bisa keluarkan dana avtur Rp 70 juta. Tidak hanya itu, untuk urusan keterlambatan saja perseroan harus mengeluarkan dana makan minimal Rp 3 juta untuk penumpang. Oleh karena itu, tidak heran jika dampak asap sangat merugikan sektor bisnis penerbangan. (bani)