Pemerintah Klaim Harga Pangan Stabil

NERACA

Jakarta - Pemerintah mencatat adanya lonjakan harga pangan diakibatkan karena gangguan dari ketersediaan pasokan, sehingga terjadi kenaikan. Tapi kenaikan yang lain masih relatife kecil yang terbesar hanya untuk jenis cabai rawit yang hampir mencapai dua kali lipat atau 93% karena musim hujan tidak masa panen.

"Kenaikan memang ada, tapi tidak signifikan. Hanya kenaikan yang tinggi pada harga Seperti cabai rawit yang naik mencapai 93%. Ini yang harus dicermati," ungkap Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, usai rapat bersama dengan menteri ekonomi di Jakarta, Rabu (5/3).

Adapun pasokan memang terganggu karena memang akibat transportasi yang belum pulih. Terutama untuk angkutan laut akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Indonesia. Kemudian juga ada banjir di beberapa wilayah. "Ini diakibatkan oleh gangguan transportasi. Seperti angkutan laut yang sebelumnya sudah dikatakan masih gangguan dan jalan-jalan ada sedikit banjir dan sebagainya," imbuhnya.

Sementara bahan pangan lainnya, menurut Hatta juga ada kenaikan. Akan tetapi tidak terlalu signifikan. Sehingga dapat disimpulkan secara umum harga pangan masuk dalam kategori stabil. Terlihat pada inflasi yang sebesar 0,26% atau lebih rendah dibandingkan bulan Januari. "Memang ada gangguan pada ketersediaan bahan pokok kita, tapi disampaikan rata-rata harga relatif stabil. Itu yang membuat inflasi relatif rendah dibanding pada Januari," ujarnya.

Sementara untuk komoditas makanan utama seperti beras, menurut Hatta tetap berjalan normal. Pasar utama seperti Cipinang, Jakarta masih tersalurkan 2500 ton per hari. Perum Bulog akan siap melakukann operasi pasar jika terlihat ada kekurangan pasokan. "Bulog tidak perlu menunggu pemerintah. Begitu ada tren kekurangan, maka langsung operasi pasar," ucap Hatta.

Oleh karenanya pemerintah tetap akan fokus untuk memantau perkembangan inflasi agar tetap sesuai target 4,5±1%. Terutama untuk harga pangan yang bergejolak. "Kita akan meningkatkan pantauan kita untuk menjaga mengendalikan inflasi kita 4,5±1%," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengklaim, seluruh stok pangan sampai saat ini dalam keadaan cukup, jadi tidak perlu dikhawatirkan ada kelangkaan"Beras, bawang, cabai, dan bahan pangan lainnya cukup, stok untuk saat ini aman," katanya.

Namun dampak banjir maupun bencana alam seperti gunung meletus perlu menjadi perhatian khusus pemerintah."Walau stok cukup, tapi kalau akses tertutupkan sama saja tidak bisa dipasok, maka dari itu perlu ada koordinasi, untuk mengantisipasi hal itu. Apalagi ada pihak-pihak yang mencoba mendapatkan keuntungan terhadap banjir dan bencana gunung meletus dengan menaikkan harga barang kebutuhan, ini yang kita antisipasi," jelasnya

Suswono mengungkapkan, sampai saat ini stok beras di Bulog sangat banyak, sehingga jika terjadi kelangkaan beras, maka bisa langsung digelontorkan. Adapun terkait banjir yang banyak melanda beberapa daerah, dan hujan yang intensitasnya cukup deras dan merata, masalah produksi padi tidak ada masalah. Tahun lalu saja akibat bencana alam, salah yang mengalami puso hanya 0,6% dari 13,5 juta hektar lahan persawahan. [agus]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Wajibkan Kartu SIM Divalidasi Pakai NIK dan KK - Batas Akhir 28 Februari 2018

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan validasi nomor SIM pelanggan menggunakan Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Registrasi ini dilakukan…

Perlukah Pemerintah Memberi Tunjangan Profesi Wartawan?

Oleh: D.Dj. Kliwantoro Pemerintah telah memberi tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun bukan…

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…