Beban Pokok Gerus Laba Indomobil 33%

Senin, 03/03/2014

NERACA

Jakarta- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatatkan penurunan laba bersih sekitar 33% pada tahun 2013 menjadi Rp 532,46 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 801,73 miliar. Hal ini lantaran besarnya beban pokok yang harus ditanggung emiten otomotif ini.

Tercatat, pendapatan yang dikantongi perseroan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sekitar 1,5% menjadi Rp 20,09 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,78 triliun. Namun, kenaikan pendapatan tersebut diiringi naiknya beban pokok pendapatan sebesar 1,6% menjadi Rp 17,6 triliun dari tahun sebelumnya sebelumnya sebesar Rp 17,33 triliun.

Adapun beban penjualan mengalami peningkatan sekitar 15% menjadi Rp 1,14 triliun pada tahun 2013 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 991,52 miliar. Sementara beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 22% menjadi Rp 978,45 miliar dari sebelumnya Rp sebesar 798,66 miliar.

Dalam pengembangan bisnisnya, perseroan terus memperluas distribusi penjualan mobilnya. Salah satunya dengan menggandeng Renault untuk menjual varian sport utility vehicle (SUV) bermerk Duster. Informasinya, selain distribusi, IMAS juga menjadi pihak yang melakukan perakitan atau assembling untuk mobil bermesin diesel ini.

Diketahui, selain Renault, perseroan mengelola sejumlah merek antara lain Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Suzuki, dan Volkswagen. Selain distributor penjualan kendaraan, bisnis utama perseroan juga meliputi jasa pembiayaan, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, dan kelompok usaha pendukung lainnya.

Untuk menduku bisnisnya, perseroan melalui anak usahanya PT Central Sole Agency (CSA) mendirikan dua perusahaan patungan (joint venture) dengan The Furukawa Battery Co. Ltd Jepang. Kedua perusahaan patungan tersebut masing-masing adalah PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing dan PT Furukawa Indomobil Battery Sales. “Untuk struktur kepemilikan sahamnya, Furukawa memiliki 51% pada PT FIBM dan 49% pada PT FIBS. Sementara PT CSA memiliki 49% saham di PT FIBM dan 51% di PT FIBS.” kata Sekretaris perusahaan IMAS, CR. Susilowasti.

Pendirian kedua perusahaan tersebut, menurut dia, ditandai dengan ditandatanganinya akta pendiriannya pada 22 November 2013. Dalam kegiatan operasionalnya, PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing (PT FIBM) nantinya akan bergerak di bidang industri akumulator listrik (batu baterai sekunder) untuk kendaraan bermotor dan keperluan industri. Sementara PT Furukawa Indomobil Battery Sales (PT FIBS) sebagai distributor yang menyalurkan seluruh produk yang dihasilkan PT FIBM. (lia)