Laba Indo Tambangraya Anjlok 46%

NERACA

Jakarta- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih sekitar 46,65%, menjadi US$230,484 juta pada tahun 2013 dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar US$432,043 juta. Anjloknya laba bersih perseroan tersebut, antara lain dipicu turunnya penjualan bersih yang tercatat sebesar US$2,18 miliar dibandingkan tahun sebelumnya senilai US$2,44 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan di Jakarta, Kamis (27/2), di samping turunnya penjualan, beban lain-lain yang dicatatkan perseroan juga mengalami peningkatan menjadi US$188,246 juta dari tahun sebelumnya senilai US$150,06 juta. Kondisi ini mendorong laba kotor perseroan turun menjadi US$509,19 juta dari sebelumnya US$741,167 juta.

Adapun jumlah aset yang dicatatkan perseroan juga mengalami penurunan menjadi US$1,39 miliar dari US$1,49 miliar dengan posisi kas dan setara kas hingga akhir 2013 sebesar US$288,707 juta. Sementara itu, dalam pengembangan bisnisnya di tahun ini, emiten yang bergerak di bidang tambang ini akan mengembangkan tambang operasi Indominco sebesar Rp 295,8 miliar. Rencananya, perseroan akan menggunakan dana hasil PUT tahun 2007.

Rencana kegiatan ini menggantikan rencana awal pembangunan pembangkit listrik tenaga barubara di Indominco senilai Rp 126,1 miliar. Namun karena pembangunan tersebut sudah selesai maka ada perubahan rencana penggunaan dana hasil PUT tahun 2007 tidak seperti dalam prospektus awal. Perseroan akan menggunakan dana Rp188 miliar untuk mengembangkan tambang operasi di Indominco di Blok Timur.

Informasinya, selain mengembangkan tambang di Indominco, perseroan menggunakan hasil PUT 2007 tersebut untuk menambah kapasitas dan ekspansi di terminal barubara Bontang di Indominco seniai Rp 600-656 miliar. Untuk membangun pembangkit listrik tenaga batu bara Rp 188-234 miliar.Sementara untuk mengembangkan tambang operasi Bharinto senilai Rp 375-469 miliar.

Tercatat sisa dana sekitar Rp 1,5-1,7 triliun untuk membayar utang perseroan dan anak usaha perseroan kepada pemegang saham dan akuisisi di bidang batu bara dan pembangkit listrik. Manajemen perseroan sebelumnya juga menginformasikan, pihaknya akan mengubah alokasi penggunaan dana hasil penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Utamanya dana yang diperuntukkan bagi pembangunan pembangkit tenaga listrik batubara di Indominco.

Untuk rencana perubahan alokasi anggaran ini, perseroan beralasan telah selesai membangun pembangkit tenaga listrik batubara di Indominco. Namun, karena masih tersisa dana dari hasil penawaran umum yang belum digunakan, perseroan nantinya juga akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan tambang operasi Indominco yang terletak di daerah Blok Timur.

Diketahui, PT Indominco Mandiri yang merupakan perusahaan terkendali dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan Banpu Pablic Company Limited (“Banpu”) baru-baru ini melakukan transaksi senilai US$8,39 juta. Perusahaan terkendali ini telah melakukan pembelian dari Banpu berupa semi mobile crusher ‘MMD’ 4500 TPH 1300 series, twin shaft sizer type, completed unit with accessories S/N , transport crawler takraf model RT 250 completed unit with accessories, dan parts of conveyor system (new)comprising. (lia)

Related posts