Tumbuh Tipis, Astra Masih Bagikan Dividen

Dampak Turunya Kontribusi Otomotif

Jumat, 28/02/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun kinerja anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang tahun 2013 mengalami kerugian selisih kurs, namun tidak membuat PT Astra Internasional Tbk pelit untuk membagikan dividen. Pasalnya, perseroan masih membukukan pendapatan bersih tumbuh tipis hanya 3% di tahun 2013 mencapai Rp 193,9 triliun. Oleh karena itu, perseroan rencananya akan membagikan dividen saham sebesar Rp 152 per saham.

Untuk laba bersih mencapai angka Rp19,4 triliun atau berada pada kisaran yang sama dengan tahun 2012. Laba bersih per saham sebesar Rp480 per saham tidak mengalami perubahan dari tahun 2012,”Dividen final sebesar Rp152 per lembar saham akan diusulkan kepada pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bulan April 2014”, kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/2).

Dia mengungkapkan, adapun dividen yang dibagikan pada tahun 2012 lalu sebesar Rp150 per lembar saham. Lanjutnya, usulan tersebut ditambah dengan dividen interim sebesar Rp64 per lembar saham, sementara pada 2012 sebesar Rp66 per lembar saham. Sehingga, menjadikan total dividen untuk tahun 2013 sebesar Rp216 sama dengan dividen tahun 2012 lalu.

Sementara itu, nilai bersih aset Astra Rp2.073 per saham pada 2013, mengalami kenaikan sebesar 18% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp1.759 per saham. Dia menyebutkan, perseroan mencatat kinerja yang memuaskan di tahun 2013, meski beberapa divisi bisnis mengalami kondisi yang cukup menantang.

Kata Prijono, prospek bisnis di tahun ini diperkirakan tetap baik, walaupun kompetisi di pasar penjualan mobil masih akan tinggi dan harga batu bara masih melemah. Sementara itu, kenaikan suku bunga pinjaman dan volatilitas nilai tukar rupiah harus diwaspadai.

Kemudian seiring dengan strategi perseroan untuk terus melakukan ekspansi dan diversifikasi usaha dengan memasuki lini bisnis baru yang berpotensi untuk berkembang sejalan dengan nilai-nilai filosofi Astra dan dengan memanfaatkan sinergi di dalam Grup Astra, maka pada Januari 2014, perseroan memiliki kesepakatan dengan Aviva plc, perusahaan asuransi terbesar di Inggris untuk mendirikan Astra Aviva Life, sebuah perusahaan patungan (50:50) untuk menjual dan mendistribusikan produk asuransi jiwa di Indonesia.

Selanjutnya bidang otomotif, perseroan di tahun 2013 telah dikeluarkan beberapa inisiatif baru, diantaranya peluncuran Low Cost Green Car (LCGC) akuisisi saham pabrik wheel rim oleh Astra Otoparts. Selain itu, ada pengembangan proyek properti untuk gedung perkantoran dan apartemen di Jakarta Pusat. Saat ini, kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi.

Divisi Otomotif mencetak laba bersih naik sebesar 4% menjadi Rp9,8 triliun. Sepanjang tahun 2013, permintaan kendaraan bermotor tetap tinggi, namun peningkatan persaingan yang terjadi akibat meningkatnya kapasitas produksi domestik serta tingginya biaya tenaga kerja sedikit mempengaruhi kontribusi laba bersih dari divisi mobil.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang komponen otomotif yang 80% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp1 triliun, turun 4%, di mana sebesar 60% merupakan kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh meningkatnya harga bahan baku dan biaya tenaga kerja, meskipun ada peningkatan penjualan pada segmen Original Equipment Manufacturer (OEM), suku cadang dan pasar ekspor.

Aksi korporasi lain yang dilakukan perseroan pada Oktober 2013, perseroan mengumumkan kesepakatan untuk mengembangkan lahan seluas 2,4 hektar di pusat kota Jakarta menjadi gedung perkantoran dan apartemen, dengan perkiraan luas bangunan mencapai 230.000 meter. Keseluruhan desain dan konstruksi diperkirakan akan selesai dalam waktu 4 tahun ke depan. (nurul)