Awas Investasi Bohong - Banyak Orang Pintar Jadi Korban

NERACA

Edukasi akan untungnya berinvestasi terus diberikan oleh lembaga-lembaga keuangan. Namun, hal tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan dari investor yang masih hijau, lewat investasi beragam.

Tergiur tawaran investasi dengan hasil tinggi, bahkan dengan janji tak mungkin rugi, lagi-lagi membuat banyak orang gigit jari. Itulah cerita berulang yang terus terjadi di dunia investasi di Indonesia. Korban investasi bodong tidak sedikit, kerugian yang diderita korban pun cukup besar.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadadmenuturkan, adanya investasi bodong bukan berarti OJK telah lalai dalam melakukan tugasnya. Dia menjelaskan, sebagian besar investasi tersebut tidak pernah mendapat izin resmi dari OJK.

"Oleh karena itu banyak keluhan masyarakat yang akhirnya OJK mau tidak mau bekerja sama dengan penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan dan lainnya. Kalau ada indikasi pidana akan kita proses," tambah dia

Investasi bodong ini bisa terjadi karena dua hal. Ada orang bodoh atau dibodohi dan orang bohong atau menipu. Bodoh dan bohong ini disingkat menjadi bodong. Bodoh bukan berarti berpendidikan rendah atau tidak pintar. Kenyataannya, banyak orang pintar jadi korban. Bodoh dalam arti tidak mau tahu dan tidak berusaha mencari tahu kredibilitas orang dan bisnis tempatnya menanamkan dana.

Menurut Muliaman, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur investasi yang menjanjikan keuntungan besar namun tidak jelas. "Jangka panjangnya, masyarakat nanti akan paham dan tak akan beli dan mengerti bahwa ini tidak jelas. Makanya edukasi kepada masyarakat menjadi penting agar tidak mudah diiming-imingi return yang sangat tinggi. Tetapi kalau tak jelas tolong telepon ke OJK saja. Penyedia harus jelas, produknya juga," pungkas dia

BERITA TERKAIT

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

BNI Syariah Bahagiakan Anak-Anak Korban Banjir

Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan dan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik menyalurkan bantuan kepada…

Masih Banyak Sekolah Yang Rusak

      Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, menyebut ada sejumlah sekolah di berbagai daerah yang mengalami…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…