Antusias Tinggi, PNM Kembali Gelar Pelatihan Bisnis Online

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Yogyakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) kembali menggelar pelatihan bisnis online di Yogyakarta, Jawa Tengah guna memenuhi ekspektasi dan antusiasme yang tinggi dari para pelaku UMKM.

Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) regular ini mengawali kegiatan pelatihan dan pembinaan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) di wilayah Yogyakarta pada tahun ini. Acara yang mengusung tema “ Cara Mudah Memulai Bisnis On Line” tersebut diikuti oleh lebih dari 75 pelaku UMKM.

“Pelatihan UMKM semacam ini sudah beberapa kali kami lakukan dan ternyata pesertanya sangat antusias sehingga kami laksanakan kembali bagi nasabah ULaMM yang membutuhkan,” jelas Pemimpin PNM Cabang Yogyakarta Dhandi Iswandi, di DIY, Kamis (20/2).

Menurut Dhandi, PNM tidak hanya melihat UMKM sebagai pasar, tetapi juga aset bisnis yang harus ditingkatkan kapasitas usahanya. Khusus untuk wilayah Yogyakarta, dia menilai keterbatasan akses pasar serta kurangnya pengetahuan informasi dan teknologi menjadi permasalahan UMKM yang harus segera dicarikan solusi.

"Training mengenai kiat sukses berbisnis on line kami anggap sebagai terobosan pemasaran bagi UMKM di tengah era digital seperti saat ini,” tutur dia.

PNM Cabang Yogyakarta saat ini mengendalikan operasional bisnis 32 outlet ULaMM, yang dibagi ke dalam empat klaster pengawasan. Berdasarkan catatan, outstanding pembiayaan ULaMM PNM Cabang Yogyakarta per Januari 2014 sebesar Rp109 Miliar, dengan jumlah debitur mencapai 3.439 nasabah.

Sementara itu, Executive Vice President PNM, Arief Mulyadimenjelaskan jenis pelatihan yang diberikan PNM cukup beragam. Antara lain pembekalan kemampuan teknis seperti sertifikasi Pendaftaran Industri Rumah Tangga (P-IRT), cara pengemasan, pengolahan produk, serta inovasi dan strategi pemasaran.

“Kami juga sering mengikutsertakan UMKM nasabah ULaMM dalam kegiatan pameran produk dan seminar guna memperluas wawasan dan jaringan usaha,” kata dia.

Selain itu, PNM juga aktif dalam pendampingan klasterisasi industri UMKM seperti industri Rempeyek Pelemadu di Bantul, industri Keripik Singkong Solear di Tangerang, industri Keset Kain Limbah di Semarang, industri Gula Semut di Pacitan, industri Gula Kelapa Kubu Raya di Pontianak, serta industri Keripik Slondok di Magelang.

Adapun program klasterisasi berikutnya yang tengah dipersiapkan PNM meliputi industri Pengrajin Opak di Deli Serdang dan Serdang Bedagai, pengolahan Kopi Kintamani di Bangli, Kerajinan Perak dan Swarsa di Mojokerto, Rendang Telor di Payakumbuh, dan Budi Daya Ikan Hias di Depok.

Sementara itu untuk lembaga keuangan mikro dan syariah (LKM/S), PNM secara aktif memberikan pelatihan jasa manajemen tentang analisis kredit, perencanaan bisnis, penanganan kredit bermasalah, motivasi dan kewiraswastaan, serta pengembangan produk dan analisis keuangan.

PT.Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan. [mohar]