Menghijaukan Lingkungan Melalui Singkong

KANTONG ENVI PLAST

Sabtu, 22/02/2014

NERACA

Telah kita ketahui bahwa di balik kegunaan, kantong plastik merupakan ancaman bagi kelestarian alam apabila tidak dikelola dengan baik. Namun saat ini tersedia kantong yang ramah lingkungan. Seperti yang dilakukan PT Inter Aneka Lestari Kimia dengan membuat kantong ramah lingkungan berbahan dasar tepung singkong bernama Envi Plast.

"Envi Plast terbuat dari bahan organik yaitu singkong. Kantong ini merupakan produk ramah lingkungan dan merupakan terobosan terbaru di tengah maraknya isu pemanasan global dan kampanye 'go green', untuk itu produk ini akan terus dipasarkan, dan produk ini pertama kalinya ada dunia" jelas Direktur Utama PT Intan Aneka Lestari Herman Moeliana, kepada Neraca, di Jakarta.

Keunikan kantong ini, mudah larut dalam suhu air panas 80 derajat Celsius, saat terkena bahan panas seperti setrikaan akan mengeras kemudian rapuh sama seperti kertas dan ketika terbakar tidak meleleh, tetapi rapuh menjadi bubuk.

Envi Plast tidak menyebut kantong ini sebagai plastik. Tetapi, lebih kepada kantong ramah lingkungan dan tidak merusak alam. "Ini memang terlihat seperti plastik tapi ini bukan plastik," tuturnya.

kantong ini bisa tersebar di kalangan masyarakat luas. Agar mereka peduli dengan kondisi bumi yang kian hari kian buruk. “Saya berharap pemerintah dan masyarakat mau menggunakan jenis kantong ramah lingkungan. Ini untuk kemaslahatan bumi,” tuturnya.

Ia mengatakan harga kantong ini dua kali lipat dibandingkan plastik berbahan nafta dari minyak bumi. Harga tersebut sesuai dengan berapacostyang dikeluarkan untuk membuat mesin dan bahan baku pembuatan kantongnya.

Oleh sebab itu, kantong ini didistribusikan ke beberapacompanyproduk untuk disebarluaskan ke konsumen. Menariknya, dengan harga tersebut, perusahaan tidak meraup untung. Ia memprediksi perusahaannya tidak mendapatkan keuntungan sampai tiga tahun ke depan.

“Kami ini malah nombok. Menjualkan produk ini, saya belum akan meraup keuntungan selama tiga tahun ke depan. Oleh karena itu, kami membutuhkan media untuk mengampanyekan produk ramah lingkungan ini,” jelasnya.

Telah kita ketahui, DKI Jakarta menghasilkan 6.800 ton per hari sekira 15% merupakan sampah jenis plastik yang tidak bisa terurai selama puluhan, bahkan ratusan tahun lamanya.

Produk ini pertama kali di manfaatkan pada SEA Games 2011 di Palembang, meskipun tergolong produk baru, envi plast sudah memperoleh dua penghargaan yaitu sebagai produk rintisan technology pada tahun 2012, dan dari LIPI untuk invation award pada tahun 2013 Dukung kampanye pengelolaan sampah Envi plast juga sebagai jalan keluar untuk mendukung kampanye pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintahan DKI. Jakarta melalui Perda no. 3/2013 bagi pengelola pusat perbelanjaan yang tidak menggunakan kantong belanja ramah lingkungan akan di denda sebesar Rp.5juta-Rp.25juta.

"DKI jakarta sejak tahun 2013 telah mengeluarkan perda bagi pusat perbelanjaan yang tidak menggunakan kantong belanja ramah lingkungan akan didenda. Untuk itu envi plast merupakan solusi sebagai kantong ramah lingkungan" ujar Herman.

Menurutnya, kantong tersebut tidak jauh berbeda dengan kantong biasa yang banyak dijual, hanya saja kantong tersebut memiliki kadar oxy adiktif lebih tinggi dari kantong biasa, maksudnya kantong tersebut memiliki zat untuk menguraikan plastik lebih cepat, meskipun demikian jika kantong tersebut tidak terkena sinar matahari tetap saja kantong tersebut butuh waktu lama untuk diuraikan.