Masih Rendah Perlindungan Perempuan dan Anak - Kabupaten Sukabumi

Sukabumi - Perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih rendah. Sehingga masih kerap terjadi kasus trafficking dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal itu terjadi karena masih rendahnya tingkat pendidikan dan akses perempuan dalam bidang ekonomi. Demikian diungkapkan Sekda Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono, saat melantik kepengurusan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) di Pendopo Negara, Rabu (12/2).

“Diskriminasi terhadap perempuan pun sangat tinggi. Dengan adanya P2TPA ini, saya berharap tingkat pendidikan anak dan perempuan semakin meningkat, sehingga pada suatu saat perempuan Kabupaten Sukabumi menjadi wanita mandiri dan maju, serta mampu menjadi pemimpin di segala sektor,” tandas Sekda.

Dikatakan, kesetaraan gender dan perlindungan anak sebagai bagian dari upaya perlindungan hak azasi manusia yang wajib dihormati , dijungjung tinggi dan dilindungi, perlu dilakukan langkah-langkah penanganan skala kabupaten secara cepat terencana, terpadu dan berkesinambungn melalui penyediaan pelayanan perlindungan perempuan dan anak dari diskriminasi dan tingkat kekerasan sesuai undang-undang.

Pemda Kabupaten Sukabumi sendiri, kata Sekda, telah mengalokasikan anggaran bagi kaum perempuan untuk meningkatkan kemampuannya berwirausaha maupun peningkatan keterampilan. “Pemda selalu memperhatikan kaum perempuan agar terus berkarya,” papar dia.

Pada kesempatan itu, Ketua P2TPA Fatimah Sukmawijaya, mengatakan tujuan dibentuknya badan tersebut, guna membantu Pemda Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dengan mengintregasikan strategi pengarusutamaan gender dalam berbagai kegiatan pelayanan terpadu bagi peningkatan kondisi.

“Peningkatan kesejahteraan serta perlindungan perempuan dan anak menjadi tugas utama kami. Ke depan, harapan kita tidak ada lagi perempuan dan anak menjadi korban kekerasan. Dan kita berencana akan menciptakan kaum perempuan mampu bersaing menghadapi era globalisasi,” kata istri Bupati Sukabumi ini.

BERITA TERKAIT

Payoneer Dukung UMKM di Indonesia dan Dunia

Hadirnya financial technology (fintech) memberikan banyak peluang bagi bisnis untuk berkembang secara global karena adanya kemudahan, seperti transaksi lintas negara…

Cari Mitra Strategis Anak Usaha - Medco Energi Percayakan JP Morgan

NERACA Jakarta – Guna memuluskan rencana PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melakukan sinergi antara Medco Power Indonesia dengan upstream…

Industri Kecil dan Menengah - Kuatkan Rantai Pasok, IKM Logam Penuhi Standar Produsen Pompa Air

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong penguatan dan pendalaman struktur industri manufaktur di Indonesia, mulai dari sektor…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mantan Menteri BUMN Apresiasi Kepedulian Pertamina atas Mangrove

Jakarta-Mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar memberikan apresiasi kepada Pertamina terkait pelestarian lingkungan yang pernah dilakukan. Termasuk di antaranya, penanaman 90…

Sampai Akhir Juli, BPSK Kota Sukabumi Terima 14 Kasus

Sampai Akhir Juli, BPSK Kota Sukabumi Terima 14 Kasus NERACA  Sukabumi - Jumlah pengadaun konsumen yang masuk ke Badan Penyelesaian…

Pelantikan DPRD Banten 2019-2024 Pada 2 September 2019

Pelantikan DPRD Banten 2019-2024 Pada 2 September 2019   NERACA Serang - Pelantikan anggota DPRD Banten terpilih periode 2019-2024 direncanakan pada…