Tingkatkan Ekspor, Kalbe Luncurkan 15 Produk Baru - Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta –Guna meningkatkan penjualan ekspor, tahun ini PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan mengenjot penjualan ke Filipina, Myanmar dan Vietnam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kontribusi ekspor menjadi 10% di masa mendatang, “Tahun ini, kontribusi penjualan ekspor di targetkan sebesar 5%,”kata

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius di Jakarta, Selasa (11/2).

Dia menuturkan, untuk mencapai target tersebut, perseroan mengeluarkan sejumlah produk baru. Disebutkan, secara tahunan, Kalbe selalu memasarkan sekitar 10-15 produk baru secara konsolidasi yang tersebar sepanjang tahun. Produk tersebut diprediksi mulai dipasarkan sebelum kuartal I/2014.

Namun Vidjongtisu, mengaku belum bisa menjelaskan produk yang akan dirilis pada masing-masing negara tersebut. Selain itu, dirinya berharap tahun ini dapat menambah kapasitas produksi hingga 30%. Tambahan produksi tersebut berasal dari beberapa pabrik baru, diantaranya pabrik obat kanker di Pulogadung dan perluasan pabrik obat resep di Cikarang yang membutuhkan belanja modal sekitar Rp50–100 miliar.

Menurut dia, dengan meningkatnya kebutuhan obat-obatan dan makanan kesehatan, perseroan berharap bisa meningkatkan pendapatan sekitar 15% dibanding tahun lalu. ‪Sementara itu, terkait pembangunan dua pabrik susu di Sukabumi dan Cikampek senilai Rp300-400 miliar diharapkan selesai pada tahun depan,”Rencananya pabrik di Sukabumi akan dibangun pabrik susu cair, sementara di Cikampek akan dibangun pabrik susu bubuk,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun ini perusahaan farmasi milik pemerintah ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1-1,2 triliun. Dana belanja modal tersebut digunakan untuk pengembangan empat divisi perseroan, seperti obat resep, consumer health, nutrisi dan distribusi.

Meksipun untuk penjualan pada tahun 2013 masih dalam proses finalisasi akuntan public, Vidjongtius, memproyeksikan angka penjualan pada akhir tahun lalu tumbuh sekitar 15-18% dibanding 2012. Tercatat di tahun 2012 lalu, perseroan membukukan laba bersih Rp1,73 triliun dengan pendapatan sebesar Rp10,91 triliun. Pendapatan paling signifikan disumbang dari divisi distribusi dan logistik yang mencapai Rp5,1 triliun. Disusul divisi nutrisi Rp3 triliun, obat dan resep Rp3,2 triliun dan consumer health Rp2,1 triliun. Adapun strategi perseroan untuk mencapai target penjualan tersebut, diantaranya mengeluarkan produk baru, pembukaan teritori baru, serta peningkatan pangsa pasar untuk eksisting produk. (bani)

BERITA TERKAIT

Solusi Perencanaan Hari Tua - WanaArtha Life Hadirkan WanaArtha DPLK

NERACA Jakarta - PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi…

Pembekuan Produk Reksadana - Investor Diminta Waspadai Imbal Hasil Besar

NERACA Jakarta – Kasus ditutupnya produk reksadana milik PT Narada Aset Manajemen dan PT Minna Padi Aset Manajemen memberikan dampak…

Genjot Pertumbuhan Penjualan - Campina Ice Cream Investasi Mesin Baru

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan di tahun depan, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) bakal meningkatkan penjualan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…