PNM Meriahkan Festival Kupat Tahu 2014

Tampilkan Produk Unggulan UMK

Selasa, 11/02/2014

NERACA

Magelang – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berpartisipasi dalam Festival Kupat Tahu 2014, dengan menampilkan keunggulan dari para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) binaan. Festival Kupat Tahu (FKT) 2014 merupakan kegiatan yang digagas oleh para jurnalis yang tergabung dalam Orgaisasi Wartawan Lereng Tidar (Walet) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN).

Sekretaris Perusahaan PNM, Gung Panggodo menuturkan PNM mengapresiasi upaya Walet dalam mempromosikan Kupat Tahu sebagai ikon kuliner yang sangat terkenal di Magelang. Oleh karenanya, PNM akan mendukung dan membantu menyukseskan FKT 2014, dengan melibatkan para pelaku UMK yang selama ini menjadi nasabah binaan.

“Melalui kegiatan festival semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan kita terhadap kuliner dan budaya lokal serta melahirkan wirausaha-wirausaha yang madani,” katanya di Magelang, Jawa Tengah, Senin (10/2). Menurut dia, PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendapat tugas dari pemerintah untuk membantu pengembangan UMK, baik melalui aktivitas pembiayaan maupun pembinaan. Aktivitas pembiayaan dilakukan secara langsung melalui Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM), yang saat ini berjumlah 577 outlet dan tersebar di pusat-pusat kegiatan UMK di seluruh Indonesia.

“Sedangkan untuk pembinaan diintensifkan lewat Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), berupa kegiatan pelatihan, konsultasi, temu usaha, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran,” ujar Gung Panggodo.

Dalam rangka penguatan dan pengembangan UMK, PNM sepanjang 2013 telah melaksanakan program PKU sebanyak 208 kali di seluruh wilayah operasional PNM di Indonesia. Adapun jumlah pelaku UMK yang memanfaatkan program PKU tersebut mencapai 9.662 peserta atau meningkat 258% dalam setahun.

Sementara Kepala Divisi PKU PNM, Ibrahim Salim menambahkan, jenis pelatihan yang diberikan PNM cukup beragam. Antara lain pembekalan kemampuan teknis seperti sertifikasi Pendaftaran Industri Rumah Tangga (P-IRT), cara pengemasan, pengolahan produk, serta inovasi dan strategi pemasaran.

“Kami juga sering mengikutsertakan UMKM nasabah ULaMM dalam kegiatan pameran produk dan seminar guna memperluas wawasan dan jaringan usaha,” tutur dia.

Klasterisasi UMKM

Selain itu, PNM juga aktif dalam pendampingan klasterisasi industri UMKM seperti industri Rempeyek Pelemadu di Bantul, industri Keripik Singkong Solear di Tangerang, industri Keset Kain Limbah di Semarang, industri Gula Semut di Pacitan, industri Gula Kelapa Kubu Raya di Pontianak, serta industri Keripik Slondok di Magelang.

Adapun program klasterisasi berikutnya yang tengah dipersiapkan PNM meliputi industri Pengrajin Opak di Deli Serdang dan Serdang Bedagai, pengolahan Kopi Kintamani di Bangli, Kerajinan Perak dan Swarsa di Mojokerto, Rendang Telor di Payakumbuh, dan Budi Daya Ikan Hias di Depok, Jawa Barat.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan melalui program PKU, tetapi juga membantu perluasan akses pasar hingga ke mancanegara,” tambah Ibrahim.

Kesepakatan kerja sama antara PNM dengan Japan External Trade Organization (Jetro) pada penghujung 2013, kata Ibrahim, merupakan salah satu upaya Perseroan memfasilitasi pemasaran produk-produk nasabah binaan ke pasar Jepang.

Sebagai informasi, Magelang merupakan wilayah operasional ULaMM di bawah koordinasi PNM Cabang Semarang. Hingga saat ini, PNM Cabang Semarang membawahi operasional bisnis pembiayaan 25 kantor ULaMM, yang terbagi ke dalam empat klaster yakni Klaster Pati, Klaster Semarang, Klaster Purwodadi Kota, dan Klaster Temanggung.

Jumlah kumulatif nasabah PNM Cabang Semarang per Desember 2013 tercatat sebanyak 2.539, meningkat 33,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012. Dari keseluruhan nasabah tersebut menyerap pembiayaan ULaMM sebesar Rp121,92 miliar atau tumbuh 35,59% dibandingkan dengan periode penyaluran Desember 2012 yang sebesar Rp89,9 miliar. [mohar]