Ibu Rumah Tangga pun Bisa Untung di Pasar Modal

Sabtu, 08/02/2014

Dengan bertambahnya kebutuhan keluarga, sepertinya sudah saatnya bagi para orangtua untuk menambah penghasilan mereka di luar pekerjaan tetap. Salah satu yang bisa dicoba adalah dengan menginvestasikan uangnya ke saham.

NERACA

Pemilihan umum presiden dan legislatif akan diadakan dalam waktu dekat. Tahun 2014, yang juga sering disebut “Tahun Politik”, banyak pihak di Indonesia yang sudah mengantisipasi dampak melemahnya ekonomi global.

Lemahnya Rupiah dan lambatnya pertumbuhan ekonomi telah membuat Pemerintah dan para regulator menerapkan peraturan-peraturan untuk menguatkan pondasi perekonomian Indonesia.

Untuk keluarga, hal ini berarti mereka membutuhkan perhitungan yang sangat hati-hati untuk kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak-anak, simpanan uang tunai, dana pensiun dan investasi.

Pasalnya, seiring bertambahnya jumlah populasi kaum menengah di Indonesia dan tingkat urbanisasi yang tinggi, kebutuhan masa kini menjadi sangat beragam jika dibandingkan satu dekade yang lalu. Setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda, dan hal ini dapat diakomodasi dengan pengambilan keputusan yang bijaksana tentang investasi.

Sebagai orang tua misalnya. Masa depan anak adalah hal yang sangat penting, kebanyakan orang tua ingin melihat anak mereka hidup dalam kondisi yang semakin baik dengan stabilitas finansial. Untuk mewujudkan hal ini, para Ibu dapat mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada seperti berinvestasi dalam produk-produk yang dapat memberikan hasil yang baik yang dapat digunakan sebagai modal awal usaha atau bisnis baru yang dapat diwariskan ke anak-anak mereka saat mereka dewasa.

Agar dapat memenuhi target finansial dengan mengetahui prioritas tujuan finansial, bermain di saham bisa menjadi alternatif pilihan. Kenapa tidak? Berkecimpung di pasar modal yang selama ini terkesan hanya bisa dilakukan oleh masyarakat menengah ke atas, bisa juga dilakukan oleh ibu rumah tanggapun dengan menjadi seorang investor.

“Dengan berinvestasi di saham, investor bisa mendapatkan keuntungan jangka pendek atau panjang tanpa pengaruh inflasi.Lain halnya dengan simpanan dana tunai atau deposito yang tidak cukup untuk membiayai pendidikan masa depan anak-anak, biaya liburan keluarga ke tujuan wisata dan untuk membeli properti tambahan, karena uang Anda akan termakan inflasi. Begitu juga dengan emas atau properti,” kata Manajer Portfolio Ekuitas Schroders Indonesia Irwanti.

Schroder Indonesia menilai ada tiga sektor saham yang bakal menarik pada tahun ini. Sektor saham itu adalah media, ritel dan perbankan.

Presiden Direktur Schroder Indonesia Michael Tjoajadi menjelaskan, akan ada aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dari tiga sektor usaha tersebut. Volume perpindahan barang (jasa) atau uang dari tiga sektor tadi bakal meningkat seiring kebutuhan belanja politik pada 2014. Untuk itu, Michael menganjurkan investor saham bisa merombak atau menambah portofolionya pada tiga sektor tersebut demi mendulang imbal hasil yang maksimal.

“Tiga sektor tadi sudah masuk perencanaan portofolio reksadana saham milik Schroder Indonesia. Sehingga investor bisa mendapat return maksimal pada tahun ini,” kata dia

Schroders Indonesia adalah grup independen manajemen asset internasional dan perbankan swasta terkemuka, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di jasa keuangan dan denganAUM pada Desember 2013 adalah Rp 50.16 triliun atau USD 4.12 miliar di Indonesia.Schroders Indonesia mengelola investasi seluruh kelas aset utama,ekuitas dan obligasi dan pasar modal.

Dengan lebih dari 200 tahun pengalaman di jasa keuangan global, Schroders mempekerjakan 3,000 orang-orang berbakat di seluruh dunia, beroperasi di 34 kantor di 27 negara sebagai pasar potensial dimana Schroders berinvestasi dan dekat dengan para klien.

Schroders menempatkan 191 manajer pengelola dana, 182 analis, ahli strategi dan ekonom di seluruh dunia. Para spesialis ini berkontribusi dalam memberikan pengetahuan lokal dan ide investasi kepada jaringan riset global kami.Artinya, Schroders dapat mengidentifikasi potensi investasi dimana saja mereka beroperasi.