Golden Energy Ubah Perjanjian Kredit Borneo

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) memberikan kelonggaran kepada PT Borneo Indobara (BIB) melalui perpanjangan periode pinjaman atas fasilitas kredit yang diberikan perseroan hingga akhir tahun 2014. Keduanya sepakat mengubah periode pinjaman menjadi 15 September 2011 sampai dengan 31 Desember 2014,”Perpanjangan fasilitas pinjaman kepada Borneo Indobara ini berdasarkan Adendum ke-4 perjanjian kredit tanggal 29 Januari 2014.” kata Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk, Sudin SH dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/2).

Tingkat suku bunga pinjaman dalam mata uang dolar AS, menurut dia, adalah sebesar 6% per tahun dan 12% dalam rupiah. Adapun kepemilikan saham perseroan pada anak usaha ini yaitu sebesar 99,07% melalui PT Roundhill Capital Indonesia.

Sebelumnya, perseroan mengubah perjanjian kredit pada anak usahanya ini yang sebelumnya dilakukan pada 15 September 2011. Perubahan dilakukan pada plafon pinjaman dari US$30 juta menjadi US$50 juta. Untuk jangka waktu dari 30 September 2012 menjadi 30 Juni 2013. Namun untuk suku bunga pinjaman tetap 8% per tahun. Tujuan penggunaan untuk pengembangan usaha batu bara termasuk proyek infrastruktur dan prasarananya.

Selain Borneo Indobara, perseroan juga mengubah perjanjian kredit PT Karya Cemerlang Persada (KCP) dan PT Bara Harmonis Batang Asam (BHBA) dari sisi penambahan nilai maupun perpanjangan waktu pinjaman.Untuk fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KCP, perseroan telah memberikan penambahan fasilitas pinjaman dari US$20 juta menjadi US$25 juta.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengeluaran modal biaya pengembangan infrastruktur pertambangan batubara. Jangka waktu pinjaman pada 15 Oktober 2012-14 Oktober 2014 dengan suku bunga pinjaman 8% untuk dolar AS dan 12% untuk rupiah per tahun. Sementara untuk Bara Harmonis Batang Asam, perseroan memberikan perpanjangan jangka waktu pada 14 Agustus 2013 untuk pinjaman senilai US$50 juta. Jangka waktu pinjaman tersebut berubah dari 19 Juli 2011-31 Juli 2013 menjadi 19 Juli 2011-31 Juli 2014. Suku bunga pinjaman sebesar 8% untuk dolar Amerika Serikat dan 12% untuk rupiah per tahun. (lia)

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama SMF - BTN Sekuritisasi Aset Senilai Rp 2 Triliun

Menjelang akhir tahun, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berupaya meningkatkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio (CAR) untuk…

IHSG Tutup Tahun Ditaksir Tembus 6.222

Jelang tutup tahun 2019, PT Bahana TCW Investment Management (BTIM) optimistis indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal menguat pada akhir…

Emco AM Bantah Produknya Dibekukan

Manajer investasi, PT Emco Asset Management membantah adanya pembekuan operasional atas produk reksa dana (RD). Emco menyatakan kegiatan perusahan berjalan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lewat Program Battle of Minds - BAT Kembangkan Kualitas SDM Yang Unggul

British American Tobacco Indonesia (Bentoel Group) berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal ini sejalan dengan prioritas…

Pembekuan Produk Reksadana - Investor Diminta Waspadai Imbal Hasil Besar

NERACA Jakarta – Kasus ditutupnya produk reksadana milik PT Narada Aset Manajemen dan PT Minna Padi Aset Manajemen memberikan dampak…

Genjot Pertumbuhan Penjualan - Campina Ice Cream Investasi Mesin Baru

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan di tahun depan, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) bakal meningkatkan penjualan dan…