Sambut Libur Pajang Imlek, IHSG Bakal Tertekan

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore, berhasil ditutup menguat. Perburuan aksi beli yang dilakukan pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan, rupanya mampu memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 75,698 poin (1,74%) ke level 4.417,349. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 15,208 poin (2,09%) ke level 742,461. Alhasil, penguatan IHSG diklaim paling tinggi di antara bursa-bursa regional.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke posisi Rp 12.140 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.210 per dolar AS,”Sentimen positif dari bursa global yang ditopang data kepercayaan konsumer AS di atas ekspektasi menjadi salah satu pendorong indeks BEI berada di area positif," kata Analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio, di Jakarta, Rabu (29/1).

Dia mengatakan, penguatan IHSG BEI itu juga spekulasi beli pelaku pasar saham menjelang publikasi hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Menurutnya, setelah kenaikan bursa saham domestik yang cukup tinggi, pelaku pasar diminta agar waspada aksi ambil untung dan terlebih menyambut libur panjang imlek. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan bahwa indeks BEI Kamis akan bergerak di kisaran 4.306--4.513 poin dengan potensi menguji level 4.500.

Lanjutnya, beberapa saham yang dapat diperhatikan di antaranya Perusahaan Gas Negara (PGAS), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Alam Sutera Realty (ASRI), dan Express Transindo Utama (TAXI). Perdagangan kemarin, investor asing tak mau ketinggalan berburu saham. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 224,73 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 198.325 kali pada volume 4,247 miliar lembar saham senilai Rp 5,353 triliun. Sebanyak 217 saham naik, sisanya 62 saham turun, dan 87 saham stagnan. Penguatan Wall Street memberi semangat kepada investor regional untuk berburu saham. Hampir semua bursa Asia bisa menguat kecuali pasar saham Singapura.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.175 ke Rp 42.175, Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 1.125 ke Rp 6.750, Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 28.500, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 19.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 1,08 juta, Inti Bangun (IBST) turun Rp 375 ke Rp 5.600, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 5.400, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 125 ke Rp 7.875.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat tajam 79,994 poin (1,84%) ke level 4.421,645. Sementara Indeks LQ45 melesat 17,214 poin (2,37%) ke level 744,467. Seluruh indeks sektoral kompak menguat di zona hijau dengan penguatan rata-rata lebih dari satu persen. investor domestik kembali kuasai aksi beli di lantai bursa.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 110.970 kali pada volume 2,099 miliar lembar saham senilai Rp 2,698 triliun. Sebanyak 227 saham naik, sisanya 38 saham turun, dan 66 saham stagnan. Bursa Singapura jadi satu-satunya yang melemah di tengah penguatan bursa-bursa Asia lainnya. Investor juga masih menunggu keputusan The Fed soal stimulus di AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.125 ke Rp 42.125, Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 1.125 ke Rp 6.750, Unilever (UNVR) naik Rp 850 ke Rp 28.550, dan Indocement (INTP) naik Rp 700 ke Rp 21.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 1,08 juta, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 550 ke Rp 2.000, Surya Toto (TOTO) turun Rp 500 ke Rp 7.500, dan Mayora (MYOR) turun Rp 125 ke Rp 27.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,27 poin atau 0,33% ke posisi 4.355,93. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,68 poin (0,51%) ke level 730,93,”IHSG BEI kembali menguat seiring penguatan di bursa regional dan mulai membaiknya sentimen dari nilai tukar rupiah dan pasar obligasi," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, beberapa saham yang pada perdagangan hari sebelumnya bergerak menguat, diperkirakan masih akan berlanjut seperti sektor semen, properti, konsumer dan perbankan. Sementara itu, analis Panin Sekuritas, Purwoko mengatakan, kenaikan indeks BEI terjadi masih dibayangi kekhawatiran rencana pemotongan stimulus oleh the Fed dan perlambatan pertumbuhan China,”The Fed akan memulai pertemuan selama dua hari untuk menentukan kebijakan 'tapering'," katanya.

Sementara bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 205,25 poin (0,93%) ke level 22.165,89, indeks Nikkei naik 260,79 poin (1,74%) ke level 15.240,55 dan Straits Times melemah 12,15 poin (0,40%) ke posisi 3.049,34. (bani)

Related posts