Pemerintah Mengaku Menjamin Kerugian Petani

NERACA

Jakarta – Pemerintah berjanji akan menjamin kerugian petani yang gagal panen. Pasalnya dalam cuaca ekstrem ini banyak lahan tani yang terkena musibah puso. Sedangkan pemerintah telah mencadangkan anggaran sebesar Rp2 triliun.

“Kami sudah siap mengatasi masalah petani yang kesulitan akibat terkena puso dan banjir selama cuaca ekstrem ini berlangsung. Sebab kami juga sudah mencadangkan dana sebesar Rp2 triliun untuk mengantisipasi hal ini dalam APBN 2014. Jadi saya harap petani jangan khawatir karena pemerintah juga sudah menjamin,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, di Jakarta, kemarin.

Sementara itu sejumlah dana cadangan sudah mulai dialokasikan sebesar Rp500 miliar kepada petani yang gagal panen pada awal Januari 2014 ini. Sejumlah dana itu akan dialokasikan untuk memberi bantuan berupa pupuk dan benih. Dengan begitu petani yang terpaksa merugi dapat kembali beraktifitas dengan mudah.

“Dengan dana sebesar Rp500 triliun itu juga akan kita belanjakan untuk memberi tunjangan dan pinjaman kepada petani yang gagal panen. Jadi para petani saya harap jangan khawatir akan kondisi ini. Karena pemerintah pasti kasih solusi,” tutur Hatta.

Lanjut, bantuan itu dijelaskan Hatta memang menjadi kebajiban pemerintah. Sebab ada Instruksi Presiden No 5 tahun 2011 yang mengatakan apabila terjadi gangguan iklim ekstrem pada para petani maka harus ada anggaran yang menyertainya. “Jadi kalau tidak dilakukan maka nanti kita dianggap melanggar hukum. Tapi memang sementara ini masih dalam pendataan berapa petani yang harus dibantu. Sementara jangan anggap belum ada bantuan karena kami sedang mempersiapkan.”

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan pihaknya juga tengah mempersiapkan 8 ribu hektar lahan untuk dijadikan petak sawah. Sejumlah tanah itu akan diberikan kepada 921 kepala keluarga tani yang kehilangan lahannya akibat musibah meletusnya Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Dengan begitu dapat dipastikan produksi padi di wilayah Sumatera dapat terjamin.

“Namun juga masih dalam tahap pertimbangan. Karena tidak bisa serta-merta memberikan tanah begitu saja. Yang pasti kita sudah ada rencana untuk membangun kembali lahan sawah yang rusak di Sumatera Utara,” ungkap Syukur. [lulus]

Related posts