Inggris Terapkan Ekonomi Syariah Dalam Sistem Perbankannya - SAINGI DUBAI DAN MALAYSIA

NERACA

Belakangan ini, perkembangan ekonomi syariah Indonesia cukup cemerlang. Buktinya, saat ini semakin menjamur bank dan lembaga keuangan lain yang berbasis syariah. Apalagi, beberapa waktu lalu terjadi krisis ekonomi di Amerika yang karenanya, hal itu berdampak pada perekonomian dunia.

Kondisi tersebut justru semakin membuat ekonomi syariah naik daun. Pasalnya, ekonomi syariah dianggap sebagai solusi penyelesaian permasalahan ekonomi. Ya, ekonomi syariah digadang-gadang bakal menjadi sistem ekonomi yang tidak akan terpengaruh krisis yang terjadi di belahan dunia mana pun.

Tak heran, jika itu semua mengakibatkan ekonomi syariah mulai banyak dilirik, bahkan oleh Eropa. Ketertarikan negara Eropa terhadap ekonomi syariah sebetulnya sudah terungkap sejak beberapa tahun lalu. Inggris misalnya. Keuntungan dalam perbankan Syariah membuat Inggris mulai melirik aplikasi Islam itu dalam sistem perbankannya.

Berdasarkan laporan international Financial Services London (IFSL), perkembangan industri keuangan syariah di Inggris dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. Saat ini ada 22 lembaga keuangan yang aktif di Inggris, termasuk lima sepenuhnya berstatus bank syariah.

Selain untuk mewujudkan London menjadi pemain utama di Barat dan mendongkrak status London di sektor jasa keuangan dunia, alasan Inggris menuntut sektor perbankannya untuk memperkenalkan layanan sesuai dengan hukum Islam adalah untuk bersaing dengan Dubai dan Kuala Lumpur, yang saat ini menjadi dua pusat perbankan syariah. Ini terkait dengan prediksi dalam sektor keuangan Islam internasional yang diperkirakan akan mencapai US$ 2,7 triliun pada 2017 mendatang.

“Kami ingin menjadi sektor keuangan (islami) terkemuka di luar dunia Muslim,” kata Wakil Walikota London Edward Lister. Inggris membentuk tim khusus keuangan islami pada bulan Maret yang beranggotakan sejumlah menteri dan tokoh industri perbankan kelas berat serta para eksekutif dari Gatehouse Bank dan Oakstone Merchant Bank Ltd. Langkah tersebut, bertujuan memfasilitasi bisnis keuangan Islam, sebagai langkah awal bagi London untuk menjadi tuan rumah World Islamic Economic Forum pada bulan Oktober.

BERITA TERKAIT

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin - Terapkan Prinsip Industri Hijau

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin Terapkan Prinsip Industri Hijau NERACA Jakarta – Dua unit industri Asia Pulp…

Mencari Kandidat Terbaik - Sistem Kalibrr Bawa Perubahan Proses Rekrutmen

NERACA Jakarta - Seiring dengan berkembangnya teknologi, proses rekrutmen calon pegawai pun mengalami revolusi. Tujuannya adalah mendapatkan karyawan yang tepat…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…