Bank Panin Syariah, Bank Syariah Pertama Masuk Bursa

NERACA

Sektor perbankan Syariah di Indonesia telah melalui perjalanan panjang sejak bank syariah pertama diluncurkan pada tahun 1992. Saat ini terdapat 11 bank syariah di Indonesia dengan perkiraan aset bersih sekitar 5 % dari total aset perbankan.

Bank Panin Syariah (PBS) kini menempatkan sektor perbankan Syariah ke jenjang yang baru melalui debutnya sebagai bank Syariah pertama di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (go public), mencerminkan kekuatan finansial dan juga penerimaan yang baik dari para investor.

Sebagai salah satu anak perusahaan Panin Bank, bank terbesar ke-7 di Indonesia dan merupakan bank pertama yang go public pada tahun 1982, PBS tidak diragukan sebagai bank syariah yang terkapitalisasi dengan baik dan juga memiliki performa finansial yang sangat kuat.

Saham PBS secara resmi mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sejak 15 Januari 2014. Total 4,75 miliar saham atau total 48,72% dari modal disetor, dan 950 juta lembar warrant diterbitkan. Karena itu, PBS memberikan kesempatan kepada para investor dalam maupun luar negeri untuk terlibat dalam salah satu segmen perbankan Indonesia yang paling cepat berkembang. Dana yang diperoleh dari Penawaran Saham Perdana (IPO) akan dipergunakan untuk mendukung struktur permodalan, ekspansi pembiayaan, dan perluasan jaringan dari PBS.

PBS mulai beroperasi sejak bulan Desember 2009. Per 31 Desember 2013, PBS telah memiliki total aset sebesar Rp 4,1 triliun, meningkat 91 persen dibandingkan tahun 2012, dan ekuitas sebesar Rp 531,9 miliar. PBS kini memiliki 10 kantor cabang dan berencana untuk terus memperluas jaringan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan para nasabah.

Operasional PBS diharapkan menjangkau jutaan penduduk Indonesia yang masih di luar sistem perbankan konvensional. Presiden Komisaris PBS, Aries Muftie mengatakan, sejatinya perbankan syariah merupakan solusi finansial bagi penduduk Indonesia yang berpenghasilan menengah ke bawah yang belum terjangkau oleh bank-bank konvensional.

"Perbankan Syariah merupakan pembiayaan berbasis aset, sehingga dapat membantu Usaha Kecil & Menengah (UMKM) dan usaha mikro melalui prinsip berbagi resiko (risk sharing principles). Sebagai perusahaan terbuka (Tbk.), PBS semakin memperkuat komitmen untuk fokus kepada UKM dan usaha mikro, terutama di sektor pertanian, perdagangan dan ritel," ujar Aries.

Perbankan syariah memiliki nasabah dari berbagai segmen masyarakat, baik muslim maupun non-muslim. Oleh karena itu, pemerintah berharap ke depannya Indonesia dapat memposisikan diri sebagai Pusat Perbankan Syariah Global.

“Perbankan syariah berpotensi untuk mencapai 54 juta UMKM dan usaha mikro melalui lembaga-lembaga pembiayaan mikro. Saat ini, kurang dari 20% penduduk Indonesia memiliki akses pinjaman ke bank," tambah dia.

Related posts