Tahun Ini, Realisasi Investasi Ditargetkan Rp450 Triliun

NERACA

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan pertumbuhan realisasi investasi tahun 2014 akan meningkat sebesar 15% atau mencapai Rp450 triliun. Angka itu dinilai tidak belebihan mengingat pemerintah sedang menggalakan hilirisasi industri. Sehingga lembaga tersebut optimis target itu dapat tercapai.

“Kami menargetkan realisasi investasi pada akhir tahun 2014 ini bisa mencapai Rp450 trilun atau tumbuh sebesar 15% dibanding tahun 2013. Kami sangat optimis dan tidak berlebihan bahwa target itu dapat tercapai. Karena investasi di Indonesia memang masih menarik dan terbukti dari kesuksesan realisasi di tahun 2013 kemarin,” kata Kepala BKPM Mahendra Siregar pada Konfrensei Pers Perkembangan Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Tahun 2013 di Jakarta, Selasa (21/1).

Mahendra mengatakan optimisme itu juga diperkuat oleh adanya kebijakan pemerintah terkait hilirisasi industri. Kebijakan itu terimplementasi jelas melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.011/2014 yang terkait dengan hilirisasi produk mineral di dalam negeri. Bahkan juga ada dukungan lain dengan adanya rencana peneribitan revisi Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

"Jadi buat apa pesimis mengingat pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan yang mendukung investasi dengan hilirisasi. Bahkan bukan dari sektor pertambangan saja hilirisasi itu akan diterapkan tapi juga pada sektor minyak kelapa sawit guna mengurangi ketergantungan impor BBM dan meningkatkan ketahanan energi dalam negeri.

Mengenai hilirisasi itu Mahendra mengaku sudah pihaknya sudah menandatangi kerja sama antara produsen Crude Palm Oil (CPO) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dengan gabungan da hilirisasi industri tersebut nilai investasinya mencapai Rp190 triliun. Belum lagi ditambah sektor lainnya yang juga masih mungkin mengalami pertumbuhan.

Investasi di otomotif

"Dua industri saja minerba dan biodisel sudah mencapai Rp190 triliun. Padahal tujuan investasi kita lebih dari itu seperti pertanian, perikanan, manufaktur, dan lainnya. Itu semua masih sangat mungkin juga terus tumbuh pada tahun 2014 ini,” tambah Mahendra.

Lanjut, Mahendra mengatakan tujuan investasi ke dalam negeri pada sektor otomotif juga masih menarik. Pasalnya Jepang sebagai investor paling paling utama masih akan menambah investasinya ke dalam pasar otomotif. Hal itu dapat dipastikan mengingat kebijakan produksi Low Car Green Car (LCGC) juga masih akan berlaku pada tahun 2014 nanti.

“Sebagai investor utama pada tahun 2013 kemarin Jepang cukup gencar menanamkan uangnya di sektor otomotif. Jadi dapat diprediksi dengan adanya kebijakan mobil LCGC di Indonesia pada tahun 2014 nanti membuat Jepang juga masih akan menambah investasinya dengan jumlah yang lebih besar untuk menambah kapasitas produksi mereka. Perusahaan yang akan menjadi penanam modal tentu tak lepas dari Honda, Toyota, Daihatsu dan lainnya. [lulus]

Related posts