Summarecon Belum Realisasikan Pengembangan Bisnis - Kantungi Dana Obligasi Rp 591,35 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), perusahaan pengembang properti dengan brand Summarecon ini berencana menggunakan dana hasil obligasi dan sukuk ijarah untuk pengembangan usaha di bidang properti, modal kerja perseroan dan entitas anak perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (15/1).

Hingga saat ini perseroan belum menyerap dana yang diperoleh dari hasil penawaran obligasi berkelanjutan I dan sukuk ijarah berkelanjutan I tahun 2013. Menurut Direktur PT Summarecon Agung Tbk Yong King Ching, dana hasil penawaran obligasi berkelanjutan I dan dan sukuk ijarah berkelanjutan I tersebut saat ini masih utuh.

Dana yang berhasil diraih perseroan dari hasil penawaran obligasi berkelanjutan dan sukuk ijarah berkelanjutan sebesar Rp591,35 miliar kini disimpan pada beberapa bank,”Kami masih menyimpan hasil obligasi dan sukuk kami pada beberapa bank antara lain Bank UOB Buana, Bank BTN, Bank BNI, dan Bank CIMB Niaga Syariah”, katanya.

Perseroan menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2013 yang akan diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp450 miliar. Adapun obligasi yang ditawarkan perseroan tersebut berjangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal emisi serta memiliki tingkat bunga tetap sebesar 10,85%.

Pada saat yang sama perseroan juga akan menerbitkan dan menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I tahun 2013 dengan sisa imbalan sukuk ijarah sebesar Rp150 miliar. Sukuk ijarah ini berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi dengan cicilan imbalan sebesar Rp16,28 miliar per tahun.“Cicilan imbalan akan dibayarkan setiap 3 bulan sesuai dengan tanggal pembayaran cicilan imbalan sukuk ijarah yang bersangkutan”, katanya.

Menurut perseroan, obligasi dan sukuk ijarah ini dijamin dengan jaminan khusus sekurang-kurangnya 100% dari jumlah terutang, yakni berupa 2 bidang tanah dengan sertifikat hak guna bangunan seluas 22.650 m2 dan 10.330 m2 yang berada di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

Untuk penerbitan obligasi dan sukuk ijarah, perseroan telah mempercayakan PT Indo Premier Securities, PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Makinta Securiteis, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, serta PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai wali amanatnya. Adapun tanggal efektif dari penawaran emisi ini telah didapatkan, yakni pada 3 Desember 2013, sedangkan untuk jadwal masa penawaran umum akan dilakukan pada tanggal 5-6 Desember 2013, dengan tanggal penjatahan pada 9 Desember 2013, dan dicatatkan pada BEI pada 12 Desember 2013.

Menurut Direktur Utama perseroan Johanes Mardjuki, penggunaan dana dari hasil Obligasi dan Sukuk ini sekitar 70% akan digunakan untuk pengembangan usaha dibidang properti. Sedangkan sisanya sebesar 30% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perseroan.“Sebagai perusahaan pengembang kota terpadu, saat ini Summarecon telah memiliki kawasan pengembangan di Kelapa Gading, Serpong dan Bekasi. Tingginya permintaan produk perumahan dan komersial di Jabodetabek serta kota besar lainnya, perseroan berencana membangun kota terpadu dikawasan lainnya”, katanya. (nurul)

Related posts