Hipmi Jaya Dorong UMKM Berbadan Hukum - Mudah Ekspansi dan Peroleh Modal

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) mendorong pengusaha sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jakarta agar memiliki badan hukum. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan ekspansi bisnis. Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jaya terpilih, Iskandarsyah Ramadhan Datau mengatakan, dengan berbadan hukum maka sektor UMKM mudah mendapatkan askes dalam pinjaman modal ke perbankan.

"Sektor pebankan jika ingin meminjam modal tentu melihat legalitas perusahaan. Jika tidak ada tentu kesulitan mencairkan modal bagi ekspansi bisnis UMKM," kata Rama di Jakarta, Minggu (12/1). Dia pun bercerita, di luar negeri sektor UMKM sangat memperhatikan legalitas usahanya, meski jenis bisnis yang dikerjakan hanya menjajakan es krim buatan sendiri.

Untuk itu, pihaknya mengaku terus menyuarakan mengenai pentingnya berbadan hukum dalam kegiatan UMKM. Pasalnya banyak usaha kreatif yang jalan di tempat lantaran tidak didukung dengan permodalan.

"Banyak yang jalan di tempat. Coba bandingkan dengan negara lain. Mereka memiliki badan hukum dan disokong pinjaman dana dari bank sehingga dari segi kualitas hingga produktivitas jauh lebih optimal," tuturnya. Dia juga mengungkapkan, keberadaan Hipmi Jaya sebagai inkubator usaha sangat penting guna meningkatkan semangat pengusaha muda Indonesia.

"Pengusaha muda Indonesia harus mampu menjadi lokomotif ekonomi Indonesia khususnya dalam menghadapi persaingan global. Tentu kami tidak hanya ingin jadi penonton di negeri sendiri," ujarnya. Demi memperkuat peranan Hipmi Jaya untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang, hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-XV memutuskan Hipmi Jaya untuk melaksanakan tiga program.

Pertama, Hipmi Jaya perlu bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan untuk menyukseskan program penggunaan produk dalam negeri dan pengembangan ekonomi kreatif. Kedua, menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta organisasi pengusaha di dalam dan luar Hipmi untuk memberikan usulan dan merealisasikan program kewirausahaan yang pro UKM.

Sektor UKM, kata Rama, merupakan penopang perekonomian di Indonesia yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara makro. Ketiga, menyusun Jakarta Investment Guide (JIG) sebagai acuan informasi peluang dan rekomendasi bisnis di Jakarta.

Dalam penyusunan ini Hipmi akan merangkul Badan Penanaman Modal dan Promosi DKI Jakarta. "Hipmi Jaya perlu diperkuat untuk merangkul investor asing agar mampu berkontribusi lebih besar bagi Indonesia. Sebab banyak pengusaha di luar yang ingin masuk tapi mereka bingung. Jadi kami perlu networking supaya Indonesia bisa maju," tukasnya. [ardi]

Related posts