Terapkan One Day No Car - ATASI KEMACETAN

ATASI KEMACETAN

Terapkan One Day No Car

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melarang seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan DKI menggunakan mobil ke kantornya masing-masing pada setiap hari Jumat minggu pertama tiap bulan. Itu bagian dari upaya mengurangi beban lalu lintas. Perintah itu berlaku mulai 2014, yaitu pada 3 Januari 2014 lalu dalam bentuk Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 tertanggal 30 Desember 2013.

Menurut Gubernur, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi ambulans, mobil pemadam kebakaran, patroli jalan raya, penanggulangan bencana, Satpol PP, pompa banjir, penyiraman tanaman, pengangkut sampah, pengangkut air kotor, perpustakaan keliling, operasi yustisi, bus antar jemput pegawai, dan kendaraan bermotor lainnya untuk pelayanan masyarakat.

Banyak cara menuju ke kantor tanpa mobil. Gubernur Jokowi memilih naik sepeda, kebetulan jarak tempuhnya dekat, dari kawasdan Taman Suropati ke Balkaikota di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Yang sudah biasa melakukan program itu adalah Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto. Dia biasa dari rumah ke kantor yaitu dari kawasan Kalisari, Cijantung ke Jalan Gatot Subroto-Kuningan dua kali sepekan naik sepeda lipat. Dengan menggowes, kata Taufik, butuh waktu tempuh sekitar 50 menit, sedang naik mobil, menghabiskan waktu lebih dari 75 menit.

Namun, ada banyak juga PNS yang melanggar Instruksi Gubernur. Satu di antarantya adalah justru Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Rumahnya yang jauh, yaitu di kawasan Pluit, Jakarta Utara jadi alasan. Jika naik angkot, paling tidak harus berganti tiga kali.

Program one day no car (Sehari Tanpa Mobil/STM) itu sudah jauh hari diterapkan oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, yaitu pada 11 Juni 2012. Ketua itu, Walikota mengeluarkan surat edaran Nomor 541.11/664.ekonomi tentang Gerakan Nasional Penghematan Bahan bakar Minyak (BBM). Dari rumahnya ke kantor, Nur Mahmudi menempuh dengan berbagai cara. Langkah pertama, langsung naik sepeda motor, atau jalan kaki dari komplek rumahnya di kawasan Cimanggis ke jalan raya lalu disambung naik angkot.

Nur Mahmudi mengatakan, One Day No Car itu punya banyak tujuan. Di antaranya adalah menghemat BBM, tidak menggunakan mobil dinas, mengurangi tingkat kepadatan kendaraan di jalan raya, mengurangi polusi udara, meningkatkan pemanfaatan jasa transportasi umum, serta sebagai sarana interaksi pejabat dan masyarakat. Sejumlah instansi non pemerintah di Depok mengiuti jejak langkah Nur Mahmudi. Misalnya PLN Depok dan Kodim Depok.

Setelah itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil juga menerapkan ODNC/STM. Ridwan Kamil memulai program itu sejak 27 September 2013 melalui program ‘Jumat Bersepeda’. Ridwan mengakui hal itu terinspirasi dengan gerakan bersepeda ke kantor untuk bekerja ‘Bike to Work (B2W) yang dimotori oleh Toto Sugito. Ridwan menambahkan, program itu melanjutkan langkah yang sudah ditempuh walikota sebelumnya yaitu Dada Rosada. Bahkan, Dada sudah merintis dibukana jalur khusus sepeda di jalan raya.

Pengamat masalah transportasi Ellen Tangkudung dari Pusat Studi Tranportasi UI menilai, program itu merupakan pembelajaran bagi masyarakat agar terbiasa menggunakan sarana transportasi umum. Namun,kata dia, sebagai upaya mengurangi kemacetan, program itu belumlah signifikan.

“Karena jumlahnya tak seberapa, baru berefek jika dilakukan oleh banyak instansi,” kata Ellen yang juga salah satu ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Karena itu, Ellen berharap, langkah yang sudah ditempuh Nur Mahmudi, Ridwan Kamil , dan Jokowi ditiru oleh banyak kalangan yang lebih luas. (saksono)

Related posts