Penuhi Target, J Resources Gandeng KUD Dharma Tani - Garap 100 Ha Lahan Tambang

NERACA

Jakarta – Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) optimis target produksi emas tahun ini sebanyak 6 juta ton bakal tercapai. Pasalnya, anak usahanya, PT Puncak Emas Gorontalo (PEG) melakukan kerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa untuk menggarap lahan seluas 100 hektar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/1).

Direktur sekaligus sekretaris perseroan Edi Permadi mengatakan, salah satu faktor pendukung dalam raihan target di tahun depan ini, karena perseroan melalui anak usahanya baru melakukan Mou dengan KUD Gorontalo,”Guna melakukan eksploitasi tambang emas di wilayah Gorontalo, maka kerjasama ini harus direalisasikan”, katanya.

Sebagai informasi, penandatangan kerja sama tersebut baru rampung dilakukan pada akhir 2013 lalu dengan KUD Dharma Tani Marisa. Nantinya lahan yang digarap tersebut, berada di area tambang di Gunung Pani, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorntalo.

Proses penggarapan lahan akan dilakukan dengan membangun perusahaan patungan (joint venture/JV) antara pihak KUD dan PEG. Sebagai salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, PEG memberikan pinjaman Rp10 miliar bagi KUD selama lahan tambang belum berproduksi.

Pinjaman tersebut memiliki nilai penting bagi KUD untuk kembali menjalankan seluruh lini usaha setelah vakum belasan tahun. Disebukan bahwa dengan pinjaman itu KUD jadi bisa tetap menghasilkan untung buat warga setempat. Pinjaman itu juga sudah diterima pihak KUD tanpa ada syarat-syarat yang memberatkan.

Sementara dengan rekanan lama, pinjaman baru bisa cair jika pihak KUD bersedia mengalihkan izin tambang (IUP) ke rekan sebelumnya,”Kami antusias menyambut proses penggarapan lahan tambang ini karena sudah menunggu belasan tahun sejak tahun 2000, saat kami pertama kali mendapatkan kuasa pertambangan (KP),”kata Ketua KUD, Abdul Kadir Akib.

Dengan adanya MoU tersebut, muncul harapan bagi KUD karena perusahaan patungan segera dibentuk setelah berbagai proses administrasi dengan rekanan tuntas. Antusiasme para anggota KUD dan warga setempat terjadi lantaran pihaknya sempat menjalin kerja sama serupa dengan pihak lain. Namun, setelah bertahun-tahun menjalin kerjasama tak kunjung melakukan eksplorasi,”Dengan menjalin kerja sama baru bersama PEG, proses penggarapan lahan menjadi lebih berkepastian”,ujarnya.

Dia mengatakan, sebelumnya pihak KUD menjalin kerja sama dengan pihak lain, yaitu One Asia (Resources Limited). Tapi bertahun-tahun kerja sama berjalan, pihak KUD melihat tidak ada iktikad baik dari rekannya tersebut,”Seperti tidak ada aktivitas apa pun yang mereka lakukan di lahan kami. Kalau begitu caranya, untuk apa kerja sama? Karena itu, kami akhirnya lebih memilih PEG menjadi rekanan karena mereka lebih memiliki komitmen terhadap lahan kami,”tandasnya. (nurul)

Related posts