Universitas di Bulgaria Minati Bahasa Indonesia

NERACA

Akhir-akhir ini mahasiswa asing sangat antusias mengikuti program belajar Bahasa Indonesia di puluhan negara di dunia. Ya, seiring kemajuan yang dicapai oleh bangsa Indonesia di era global saat ini, peran Indonesia dalam pergaulan antarbangsa telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang dipandang penting di dunia.

Negara Bulgaria misalnya. Sebagai kota yang menjadi salah satu pusat kebudayaan Bulgaria, pada setiap tahunnya Veliko Tarnovo menyelenggarakan "International Cultural Tourism Expo" di musim semi dan "International Folklore Festival" di musim panas. Pada beberapa tahun terakhir, Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam kedua event ini.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila warga Veliko Tarnovo sangat antusias untuk mengenal lebih dalam lagi budaya Indonesia, khususnya Bahasa Indonesia. Terkait hal tersebut, Gubernur Veliko Tarnovo Georgi Rachev berharap agar Bahasa Indonesia diajarkan di Universitas Veliko Tarnovo, sebagaimana bahasa Jepang, China, dan Korea yang telah menjadi kurikulum di universitas tersebut.

“Bahasa Indonesia penting untuk dipelajari bagi pemuda Bulgaria karena Indonesia dipandang sebagai negara besar yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Diharapkan masyarakat Bulgaria dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat Indonesia,” tutur Georgi Rachev saat bertemu dengan Dubes RI untuk Bulgaria Bunyan Saptomo.

Seperti diketahui, perdagangan bilateral RI-Bulgaria di tahun 2012 mencapai US$ 76,20 juta yang belum mencapai potensi maksimal dan masih terdapat peluang yang besar untuk lebih ditingkatkan. Untuk itu, pemerintah kedua negara berupaya menjalin hubungan yang lebih erat di bidang perdagangan dan investasi.

Ekspor Indonesia ke negara ini berupa kopi, palm oil, lysine, minyak lemak nabati, tuna, ikan hias, ban kendaraan, kertas dan karton, sabun, benang serta furniture. Sedangkan impornya ketumbar, makanan ternak, tembakau, kertas dan karton daur ulang, tembaga, rolls for metal-rolling mills, serta Electronic Integrated Circuits.

Sementara itu Dubes Saptomo mengatakan bahwa Universitas Sofia telah mempunyai Kelas Bahasa Indonesia dengan siswa yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini KBRI Sofia sedang dalam proses mendirikan Indonesian Corner di universitas tersebut, yang akan dilengkapi dengan buku-buku mengenai Indonesia, agar dapat dijadikan sebagai referensi bagi mahasiswa Universita Sofia.

“Setelah proyek Indonesian Corner di Universitas Sofia terselesaikan, maka KBRI akan memusatkan perhatian pada kerjasama pendirian Indonesian Corner atau Pusat Informasi dan Bisnis Indonesia/ASEAN di Veliko Turnovo,” ujar Dubes Saptomo meyakinkan Walikota Veliko Tarnovo.

Pada tahap awal, KBRI akan meminta instansi terkait di Indonesia untuk membantu penyediaan buku-buku, katalog dan sample produk Indonesia serta seorang pengajar Bahasa Indonesia di kota yang pernah menjadi ibukota Bulgaria pertama ini.

Related posts