BI Menilai NPL Perbankan Berstatus Aman

NERACA

Medan - Bank Indonesia (BI) menilai rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) perbankan wilayah Sumatera Utara, per Oktober 2013, masih terjaga di posisi 2,33% secara gross. "Memang ada tren meningkat dibanding posisi Desember 2012 yang NPL gross-nya masih 1,89%. Tetapi angka 2,33% ini masih terjaga," kata Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumatera Utara-Aceh, Mikael Budisatrio, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (24/12).

Dia mengakui, peningkatan NPL ini dipicu naiknya NPL pada perbankan konvensional dan syariah. Menurut Mikael, pada Desember 2012, NPL perbankan konvensional dan syariah masing-masing sebesar 1,76% dan 4,11%. Untuk tahun ini keduanya masing-masing meningkat 2,10% dan 6,57%. Adapun peningkatan NPL antara lain dipicu masih kurang membaiknya iklim bisnis di tahun ini yang masih merupakan dampak krisis global.

"Mudah-mudahan tahun 2014 NPL bisa ditekan kembali karena secara perekonomian dinilai lebih baik dari tahun ini," tambahnya. Untuk menghindari lonjakan NPL, kata Mikael, BI sudah mewanti-wanti perbankan untuk menjaga lonjakan penyaluran kredit di tahun depan dari tahun ini yang secara tahunan (year on year/yoy) bertumbuh sebesar 19,1%.

"Prinsip kehati-hatian penyaluran kredit harus diutamakan," tegas Mikael. Sementara Ketua Kadin Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara menyebutkan, meski masih khawatir dengan kondisi perekonomian 2014, sebagai pebisnis, dirinya tetap bersikap optimistis.

Menurut dia optimistis lantaran melihat kebijakan pemerintah yang dinilai berupaya terus memberikan berbagai kemudahan kepada dunia usaha dan, termasuk masih diliriknya Sumatera Utara sebagai tempat investasi. Terkait pengetatan kredit, kata Ivan, tidak masalah karena dewasa ini pengusaha juga berhati-hati menambah pinjaman atau mengambil kredit baru karena situasi perekonomian yang masih tidak stabil.

Selain itu, Mikael memastikan kalau kebutuhan uang nasabah pada Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 di Sumatera Utara dan Aceh mencukupi meski perbankan tidak beroperasi pada 25 dan 26 Desember 2013 serta 1 dan 2 Januari 2014.

"Perbankan baru beroperasi normal pada tanggal 27-30 Desember 2013 dan tanggal 3 Januari 2014. Meski libur, layanan bank melalui ATM (anjungan tunai mandiri) dipastikan cukup memenuhi kebutuhan uang," jelasnya.

Menurut dia, seluruh perbankan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh telah menyiapkan dana tunai yang mencukupi di sejumlah ATM setelah sebelumnya juga sudah melayani maksimal nasabah termasuk dalam penukaran uang kecil dan baru di bank masing-masing.

Sementara Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah IX telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp291,3 miliar, atau meningkat 39,3% dari periode yang sama tahun lalu, untuk memenuhi kebutuhan perbankan pada Natal 2013 dan Tahun Baru 2014. [ardi]

Related posts