Rupiah Merosot, Harga Barang Elektronik Melonjak

NERACA

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada kenaikan harga barang elektronik maupun gadget lainnya, yang sebagian besar adalah produk impor.

Produk elektronik yang paling terkena dampak pelemahan rupiah adalah ponsel pintar (smartphone).

Rendi Ahmad Fauzi, karyawan toko seluler Erafone di mal Kota Kasablanka, Jakarta, mengatakan, pelemahan rupiah membuat harga iPhone membengkak. "Penjualan iPhone jadi turun. Tapi yang lainnya tidak, seperti biasa saja," ujar Rendi.

Menurutnya kenaikan harga iPhone, mencapai Rp1 juta. Produk iPhone yang biasa dijual dengan harga berkisar Rp7 juta pun melonjak jadi Rp8 juta hingga Rp9 juta. "Karena harganya naik segitu, penjualannya jadi sepi," kata Rendi.

Sementara itu, seorang karyawan toko Point 2000 di Kota Kasablanka bernama Neni, mengatakan, pelemahan rupiah juga berpengaruh terhadap kenaikan harga ponsel Nokia.

Melemahnya rupiah pada Agustus lalu berdampak pada kenaikan harga-harga ponsel impor, khususnya dari Amerika Serikat dan Kanada. BlackBerry mencatat kenaikan harga hingga Rp100-300 ribu per unit.

"Posisi BlackBerry Q10, Q5 dan Z10 naik 300 ribuan rupiah. Ini terjadi perlahan sejak Lebaran lalu, apalagi setelah dolar dan harga emas naik," ujar Jacky March, salah seorang pedagang ponsel di ITC Ambassador.

Sementara ponsel pintar besutan Apple, iPhone, rata-rata kenaikannya berkisar Rp100-150 ribu. "Ini normal. Tidak separah BlackBerry. Tapi harganya tetap naik. Ponsel-ponsel Samsung juga sama, stabil. Naik 150 ribu rupiah," ujar Jacky.

Related posts