Pemerintah Didesak Mereformasi Subsidi Energi

NERACA

Jakarta – Bank Dunia mendesak Pemerintah Indonesia untuk melakukan penekanan berkelanjutan pada kualitas belanja. Utamanya terkait anggaran belanja sektor minyak dan gas (migas) melalui reformasi subsidi energi. Pasalnya, subsidi pada sektor tersebut merupakan sumber utama masalah risiko fiskal.

"Tahun 2014, Pemerintah Indonesia masih perlu melakukan penekanan yang berkelanjutan pada kualitas belanja, terutama belanja energi. Sebab, subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) masih menjadi sumber utama risiko fiskal selama ini,” kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop, di Jakarta, Senin (16/12).

Dia mengatakan dengan reformasi subsidi BBM, Pemerintah dapat mengalihkan belanja yang lebih efisien. Dengan begitu, Pemerintah dapat memiliki kesempatan membangun infrastruktur sebagai sarana investasi jangka panjang. Dalam hal ini termasuk untuk peningkatan investasi publik yang sedang dibutuhkan.

“Tapi reformasi tersebut juga harus dilakukan dengan cara yang tidak berdampak langsung terhadap kenaikan harga. Misalnuya dengan menentukan harga BBM bersubsidi secara bertahap. Juga dibarengi perbaikan jaring pengaman sosial bagi kelompok miskin dan rentan,” tuturnya.

Ndiame juga memaparkan pada tahun ini Indonesia telah menetapkan anggaran subsidi sebesar Rp348,1 triliun atau 18,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan dalam APBN 2014 turun menjadi Rp333,7 triliun atau menjadi sebesar 17,8% terhadap PDB. Namun sayang, dia mengklaim justru dalam anggaran tersebut terjadi peningkatan subsidi BBM pada tahun depan.

"Di tahun depan, subsidi BBM malah meningkat sebanyak Rp10,8 triliun atau menjadi Rp210,7 triliun dibandingkan anggaran tahun 2013. Sehingga pengeluaran subsidi energi tetap menjadi hal sangat krusial dari total pengeluaran anggaran subsidi sebesar 15%, serta 22,6% daritotal pengeluaran belanja Pemerintah Pusat pada tahun 2014,” terang Ndiame. [lulus]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Empat Prioritas Kemenperin di 2019 - Pembangunan Kualitas SDM Industri Menjadi Fokus Pemerintah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian siap mengejar empat program kerja prioritas di tahun 2019. Keempat program tersebut merupakan langkah strategis…

SAAT INI ADA 11 MASKAPAI NASIONAL MEGAP-MEGAP - INACA Minta Pemerintah Proteksi Maskapai Domestik

Jakarta-Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang juga menjabat Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara, meminta pemerintah memproteksi maskapai nasional…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…