Mendesak Insentif Pajak Pengembangan Kota Tua

Kawasan Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat merupakan cagar budaya di ibu kota. Tapi, sayangnya, di kawasan tersebut banyak bangunan tak terawat, juga bentuknya sudah diubah dari aslinya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Gathut Dwihastoro, mengatakan, supaya kelestarian bangunan di kawasan Kota Tua tetap terjaga, dia akan mengusulkan agar para pemilik yang menjaga keaslian gedungnya diberikan imbalan berupa keringan dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). "Kawasan Kota Tua itu kan dapat menjadi daya tarik wisatawan dari mancanegara. Jadi, kami akan usulkan supaya ada reward berupa keringanan bayar pajak kepada pemilik gedung," kata Ghatut di sela acara Gebyar Kota Tua di Pelabuhan Sunda Kelapa, Sabtu (14/12).

Menurutnya, pelestarian cagar budaya harus didukung oleh semua pihak. Dengan demikian, diharapkan keaslian dan keunikannya bisa terus terjaga.

Caranya antara lain meringankan pembayaran pajak bumi dan bangunan. Selain itu juga akan dilakukan melalui pendekatan budaya dan sosialisasi kepada masyarakat. Usaha itu diharapkan bisa melestarikan sisa bangunan zaman kolonial, terutama museum-museum yang terdapat di lokasi itu. "Nah terkait sosialisasi itulah,UPK Kota Tua saat ini melaksanakan acara Gebyar Peduli Kota Tua di Pelabuhan Sunda Kelapa ini, terang Ghatut.

Ghatut menambahkan Pelabuhan Sunda Kelapa sengaja dipilih, karena UPK Kota Tua ingin memberi pesan kepada masyarakat bahwa Pelabuhan Sunda Kelapa ini memiliki nilai sejarah yang tinggi buat kota Jakarta. Singkatnya Pelabuhan Sunda Kelapa punya nilai historis kuat terhadap perkembangan kota Jakarta mulai dari Jakarta, Batavia hingga kini bernama Jakarta. Semuanya berawal dari pelabuhan yaitu Sunda Kelapa.

"Ini nilai sejarahnya sangat tinggi. Di Sunda Kelapa juga merupakan ibunya kota Jakarta. Sebelum Jayakarta, Sunda Kelapa sudah terlebih dahulu ada. Jadi, juga jangan melupakan Sunda Kelapa," tandasnya.

Ghatut mengingatkan bahwa salah satu nilai jual museum kawasan Kota Tua adalah keunikannya. Seperti di antaranya, Museum Sejarah Jakarta (dikenal masyarakat Museum Fatahillah), Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Keramik, dan Museum Sunda Kelapa. "Jakarta pantas disebut kota museum. Selain dijadikan untuk penelitian, museum juga mengedukasi masyarakat. Dengan pendekatan budaya, kami mengajak masyarakat untuk melestarikan cagar budaya yang dimiliki Jakarta," cetusnya.

Untuk mendukung pelestarian kota tua, selain keringanan pajak dan sosialisasi, UPK Kota Tua juga mendorong pengembangan komunitas-komunitas lokal.

Beberapa komunitas tersebut misalnya Komunitas Luar Batang, Komunitas Sunda Kelapa Herrtitage, Komunitas Jelajah Museum, Komunitas Jelajah Budaya, Komunitas Historia, Komunitas Pemerhati Cagar Budaya dan Bangunan, Komunitas Reservasi Rail Way dan beberapa komunitas lainnya. "Komunitas- komunitas tersebut seperti Komunitas tersebut selanjutnya akan kita dorong menjadi mitra sahabat kota tua," pungkasnya.

Related posts