Buatlah Monorel atau MRT di Jalan Tol Luar Kota

Djoko Setijowarno:

Buatlah Monorel atau MRT di Jalan Tol Luar Kota

Kemacetan di mana-mana di perkotaan termasuk Jakarta dan sekitarnya lebih diakibatkan oleh makin terus bertambahnya jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalan raya. Sebaiknya, penambahan panjang jalan tak sebanding lurus.

Dalam catatan Gabungan Pengusaha Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kenaikan angka penjualan kendaraan roda empat mencapai 317.748 unit sepanjang 2012, dan akan terus meningkat pada 2013 Hingga Juli saja sudah terjual 714.136 unit atau 64% dari 2012.

Pengamat masalah perkeretaapian Djoko Setiawarno mengusulkan agar pemerintah menambah jumlah jaringan transportasi umum berkapasitas besar. Di antara kendaraan umum massal yang berkapasitas besar adalah moda transportasi yang berbasis rel.

Pengamat masalah perkeretaapian Djoko Setijowarno yang juga ketua Forum Perkeretaapin Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkapkan sejumlah ide tentang upaya mengurangi persoalan besar di jalan raya.

Apa usulan Anda untuk mengurangi secara signifikan angka kemacetan di Jakarta dan kota-kota besar di sekitarnya?

Perbanyak jaringan transportasi umum massal di jaring-jaring jalan di mana orang-orang melakukan mobilitas perjalanan. Jumlah perjalanan di Jakarta terbanyak berasal dari luar kota Jakarta. Nah di situlah perlu dibuat jalur atau lintasan baru kereta api listrik (KRL).

Bagaimana dengan jaringan KRL atau commuter line yang ada saat ini?

Menurut saya, itu sudah tak memadahi lagi. Tak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang ada. Saat ini, KRL menjadi satu-satunya tumpuan harapan bagi warga luar Jakarta yang bekerja atau untuk keperluan lain ke Jakarta dan sebaliknya dalam menempuh perjalanan dengan cepat dan murah.

Jadi?

Kita harus membangun jaringan baru. Membangun infrastruktur jaringan transportasi umum berbasis rel itu jauh lebih murah dibandingkan jika kita harus membebaskan lahan yang besar untuk jalan bar atau jalan tol.

Bagaimana dengan proyek MRT dan monorel yang saat ini sedang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta?

Bagi saya, ini menurut perkiraan saya, jika nanti MRT dan monorel selesai dibangun dan dioperasikan, tidak akan mengurangi tingkat kemacetan di kawasan itu. Sebab, rute yang dipilih itu masih belum menjangkau titik-titik simpul jaringan perjalanan, yaitu dari arah luar kota menuju pusat-pusat kota di Jakarta. Di situlah harusnya proyek monorel dan MRT dibangun. Saya melihat, rute yang dipilih sepertinya rute orang jalan untuk makan siang.

Misalnya, jika ada jaringan monorel atau MRT d jalan tol Cikampek – Jakarta –Bandara Soekarno-Hatta, juga di sepanjang jalan tol Jagorawi. Saya yakin 200%, kemacetan di jalan tol maupun jalan-jalan di sekitar jaan tol tersebut itu akan berkurang sangat drastis. Sebab, jika ada alternatif angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau, para pengguna mobil pribadi pasti lebih senang naik kereta. Sebab, biaya yang dia harus keluarkan setiap hari jika beralih naik kereta jauh lebih murah dibandingkan dengan belanja BBM dengan mobil pribadi.

Apa perhitungan lainnya?

Ya tentu saja biaya membangun monorel atau MRT di jaringan jalan tol antar kota tersebut, yaitu di Jagorawi, Jakarta-Cikampek, maupun Jakarta Banten, jelas lebih murah dan bisa cepat karena tak perlu direpotkan dengan berbelit-belitnya pembebasan lahan. Sebab, lahan yang akan dipakai adalah tanah milik negara yang dikuasai atau dikelola oleh instansi yang berbeda. Jadi menurut saya, pemerintah harus meningkatkan koordinasi antar-instansi pemerintah.

Cukup banyak kasus tiadanya koordinasi yangbaik hingga menyebabkan kepentingan pubilk terbengkalai. Jangan takut berpikir bahwa pendapatan Jasa Marga akan berkurang jika terdapat jalur monorel dan MRT. Sebab, yang terjadi, keuntungan justru akan jauh bertambah karena ongkos tiket monorel dan MRT itu lebih besar dari tarif tol.

Sudahkah ide besar itu anda lontarkan ke pemerintah terkait?

Sudah berkali-kali. Tapi mereka mengeluh karena ada bagian yang berada di luar kewenangan instansi yang dipimpin pejabat tadi.

Saya pikir, ide itu yaitu membangun jaringan KRL yang baru atau monorel dan MRT di jalan tol baru terlaksana kalau saya yang jadi walikota atau gubernurnya. Ha ha ha ha. (saksono)

Related posts