Upaya Pencegahan dan Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia

NERACA

Dalam rangka peringatan Hari AIDS seDunia, Durex – brand global yang mengedepankan kesejahteraan seksual – bersama PAOGI (Persatuan Anggota Muda Obstetri dan Ginekologi) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyelenggarakan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bertema “Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS”.

Berdasarkan dataterbaru dariKementerian Kesehatan Republik Indonesia,di tahun 2012jumlah infeksi HIV baru untuk kelompok usia 15-24 tahun berjumlah 3.661 kasus. Baru-baru ini,data yang sama menunjukkan bahwadalam kurun waktuenam bulan (Januari-Juni 2013), terdapat 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia.

General ManagerReckitt Benckiser (RB) Indonesia, Ratanjit Das mengatakan, data mengenai infeksi HIV yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan sangat memprihatinkan. Masyarakat saat ini haruslah memiliki pemahaman yang benar, dan mampu melindungi diri mereka dari risiko penyebaran HIV/AIDS.

“Sebagai brand yang mengedepankan kesejahteraan seksual, kami merasa wajib untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya menekan angka infeksi HIV di Indonesia,” ungkapRatanjit Das.

Kegiatan yang berlangsung saatcar free daybeberapa waktu lalu merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan selama bulan November hingga Desember 2013, yangdimulai dengan seminar“Lindungi Ibu dari HIV/AIDS untuk Menyelamatkan Generasi Penerus” pada tanggal 3 November 2013di Universitas Indonesia, sampai denganroad showke lima sekolahmenengah atasdi Jakarta bertajuk “Kesehatan Reproduksi Remaja dan Generasi Penerus Tanpa HIV/AIDS”yangdilakukan selama bulan November 2013.

Selanjutnya di tanggal 1 Desember 2013 dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat umum yang dibarengi dengan acara seremonialperingatanHari AIDSSedunia, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gratis,panggung musik oleh siswa/i SMA di Jakarta yang peduli HIV/AIDS, dan kegiatan donasi yang melibatkan masyarakat luas.

Selama tiga tahun terakhir, Reckitt Benckiser (RB), perusahaan terkemuka di dunia yang bergerak di bidang pengadaan produk rumah tangga, kesehatan, dan perawatan pribadi ini sudah menjalankan berbagai kampanye dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pencegahan danpenyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Kemitraan RB dengan PAOGI di tahun ini diharapkan akan dapat membuahkan hasil yang positif.

“Kami akan secara konsisten membangun pengetahuan dan pemahaman yang memadaibagikaum muda dan calon ibuakan kesehatan seksual dan reproduksi. Harapan kami adalah membantu upayapencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi masa depan,” jelasKetua PAOGI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rizki Azenda.

BERITA TERKAIT

Kepala Bappenas Prihatin Kondisi Nelayan Miskin - INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM DAN MEMILIKI TANAH SUBUR

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi nelayan di Indonesia. Dia melihat petani dan…

Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto, Asisten Deputi Humas Kementerian Sekretariat Negara Gelombang Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai…

Kemkumham: Jumlah Organisasi Kemasyarakatan di Indonesia Terus Bertambah

Kemkumham: Jumlah Organisasi Kemasyarakatan di Indonesia Terus Bertambah NERACA Jakarta - Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM bidang Penguatan Reformasi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ringankan Beban Korban Gempa Palu - Sharp Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk rasa kemanusian dan kepedulian terhadap korban bencana gempa Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, PT Sharp Electronics Indonesia melalui…

Gelar Pelatihan Kewirausahaan - Go-Jek Lebih Dari Sekedar Alat Transportasi

Sukses dan maju bersama para mitranya menjadi prinsip besar Go-Jek sebagai platform on-demand terdepan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan Go-Jek…

Inovasi Program RISE - Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…