Cerdas Memilih Bahan Cat Hunian - Hunian Sehat dan Aman Untuk Lingkungan

Warna memang menjadi suatu hal yang sangat penting dalam sebuah hunian, selain memperlihatkan keindahan, warna dalam sebuah hunian juga menjadi salah satu perlambangan ataupun gambaran kepribadian si pemilik hunian tersebut. Warna sendiri memiliki arti yang sangat luas dan beragam, masing-masing warna memiliki arti tersendiri. Namun yang tidak disadari adalah seberapa sehatkah bahan cat yang kita gunakan tersebut.

Banyak orang yang tidak mengetahui dan terkadang tidak memerhatikan dengan jelas bahan cat yang digunaka, sehatkah untuk kesehatan atau justru membahayakan kesehatan kita dan penghuni rumah juga orang-orang yang kita sayangi. Berdasarkan bahannya, cat dibagi dalam dua jenis, yaitu solvent based untuk menggunakan tiner dan water based (menggunakan air). Dulu, sebagian besar cat yang ada di pasaran adalah cat solvent based. Ini berlaku untuk cat dinding maupun cat kayu dan besi.

Namun kini bahan cat dinding mulai mengarah ke water based yang dianggap lebih aman. Cat kayu dan besi menyusul kemudian, walaupun belum sebanyak cat dinding. Semestinya, cat water based memiliki kandungan VOC rendah Tapi pada kenyataannya tidak selalu demikian.

Mengandung Solvent

Sejak pembuatan di pabrik, cat sudah menggunakan solvent atau pelarut. Solvent memegang peranan dalam pembentukan film yang baik. Solvent digunakan sebagai pencampur cat, karena dengan takaran yang pas bisa membuat cat memiliki kekentalan yang juga pas. Ini membuat cat menjadi mudah diaduk, mudah diaplikasikan, dan cepat kering.

Namun solvent tidak ramah bagi lingkungan dan juga tidak ramah bagi kesehatan manusia. Polimerisasi yang menggunakan teknologi terbaru memungkinkan proses pembuatan cat tidak membutuhkan solvent lagi. Solvent yang ada dalam kandungan cat akan menguap setelah cat diaplikasikan. Setelah solvent menguap, cat akan mengering dan membentuk lapisan di permukaan benda. Karena itu cat yang sudah diaplikasikan pada dinding dan sudah mengering, sebenarnya sudah tidak lagi mengandung solvent.

Tapi gas atau uap yang dihasilkan tersebut membutuhkan waktu untuk benar-benar hilang dari udara di dalam ruang yang baru dicat. Uap solvent yang menyebar di udara ini bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan bila terhirup secara berlebihan. Efek solvent bisa dirasakan secara instan ketika kita memasuki ruang yang mengandung gas akibat penguapan solvent.

Secara instan, bahan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti seperti mata pedas, kulit perih, gangguan saluran perna-fasan, atau alergi. Sedangkan bila dihirup dalam jangka waktu lama, bahan ini bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, dan gangguan sistem saraf.

Timbal dan Merkuri

Selain VOC, bahan berbahaya lainnya yang terkandung dalam cat adalah timbal dan merkuri. Timbal sering digunakan dalam campuran cat untuk menghasilkan warna-warna cerah. Timbal ini terkandung di dalam pigmen, yaitu bahan untuk memberi warna pada cat. Cat warna kuning dan oranye memiliki kandungan timbal yang lebih tinggi dibandingkan warna-warna lain. Biasanya penambahan timbal ini berlaku untuk cat minyak.

Bila VOC berbahaya saat uapnya terhirup, merkuri dan timbal akan memberi efek buruk bila masuk ke dalam tubuh. Ini bisa terjadi apabila Anda atau anak Anda menyentuh dinding, serbuknya menempel di tangan Anda dan kemudian Anda memegang makanan tanpa men-cuci tangan terlebih dulu.Timbal bisa menyebabkan gangguan sistem saraf dan organ reproduksi. Pada tubuh anak-anak, timbal yang melebihi ambang batas akan memengaruhi tingkat kecerdasan dan perilaku.

Sedangkan merkuri bisa menyebabkan gangguan pada susunan saraf, otak dan ginjal. Lebih parah lagi, baik VOC, timbal maupun merkuri selain merusak tubuh kita juga merusak lingkungan. Sekalipun di Indonesia belum ada larangan resmi untuk penggunaan bahan-bahan berbahaya, para produsen sudah mengurangi bahan-bahan ini dalam kandungan catnya. Umumnya bahan yang sudah dihindari adalah timbal dan merkuri.

Related posts