Menkeu Serahkan ke BI - Stabilisasi Rupiah

NERACA

Jakarta -Menteri Keuangan Chatib Basri mempercayakan upaya stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir, sepenuhnya kepada Bank Indonesia sebagai otoritas moneter."BI pasti akan menjaga 'smoothing' dari 'volatility'nya, karena akan menimbulkan 'confidence' di pasar bahwa ada yang dijaga," katanya saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Chatib mengatakan apapun kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia terkait pelemahan rupiah, akan membantu menciptakan sentimen positif kepada para pelaku pasar."Kalau dari sentimennya, BI menjaga stabilitas nilai tukar, kemarin sore sebetulnya sudah turun dibawah Rp12 ribu, dan tadi pagi juga sudah. Artinya, kalau lihat ekspektasi depresiasinya, itu mulai mengalami penurunan," ujarnya.

Menurut dia, nilai rupiah tidak akan terlalu lama mengalami pelemahan, dan dalam jangka waktu singkat, rupiah akan kembali menguat untuk mencerminkan kondisi fundamental perekonomian saat ini."Nilai tukar bisa mengalami lonjakan, tapi kalau di 'overshoot' ketinggian, tentu itu akan kembali ke level yang mencerminkan fundamentalnya," tutur dia.

Chatib juga mengatakan nilai rupiah akan kembali relatif stabil, setelah pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait angka laju inflasi dan neraca perdagangan pada Senin (2/12) yang diprediksi makin membaik."Kita perkirakan neraca perdagangan masih defisit tapi mengecil. Inflasi juga mengecil, saya sekarang berani ngomong dibawah sembilan persen akhir tahun. Angka-angka ini akan dicerna," tandasnya. [ardi]

Related posts