Pemerintah Targetkan US$4 Miliar - Penghematan Devisa dari Biodiesel

NERACA

Jakarta - Pemerintah menargetkan penghematan devisa sebesar US$4 miliar dari penerapan kebijakan kewajiban pemanfaatan 10% biodiesel dalam solar untuk menekan defisit transaksi berjalan pada 2014. "Ini akan menjadi sangat signifikan dalam upaya mengecilkan defisit transaksi berjalan, kalau ada US$4 miliar sampai akhir tahun dan neraca migas mengalami surplus, tentu ini berita baik di akhir tahun 2014 nanti," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, usai rapat koordinasi di Jakarta, Jumat (29/11) pekan lalu.

Hatta juga menjelaskan perkiraan angka tersebut berasal dari penghematan devisa untuk impor solar nonsubsidi sebesar US$2,6 miliar dari konsumsi 3,34 juta kiloliter dan solar bersubsidi senilai US$1,2 miliar dari konsumsi 1,65 juta kiloliter. "Ini baru target, karena belum berjalan, oleh sebab itu kami sedang melakukan persiapan. Laporan ini disertai asumsi tidak terjadi gejolak pada solar dan 'mandatory' biodiesel pada 2014 sepenuhnya tercapai," papar dia.

Sedangkan, hingga akhir Desember 2013, Pemerintah memperkirakan ada penghematan devisa solar bersubsidi senilai US$298 juta dari konsumsi 379 ribu kiloliter dan solar nonsubsidi sebesar US$158 juta atau konsumsi 201 ribu kiloliter. "Ini angka dari September, karena Agustus kebijakan ini baru berjalan. Hingga Oktober, target tersebut akan mencapai sasaran yang diharapkan dengan catatan tidak terjadi gangguan dari suplai. Dengan tren itu, maka target US$456 juta dapat kita capai," jelas Hatta.

Dari pencapaian tersebut, penggunaan biodiesel dalam solar bersubsidi untuk sektor transportasi telah mendekati 10%, solar nonsubsidi baru mencapai tiga persen, industri dan komersial lima persen, serta pembangkit listrik milik PT PLN sebesar 7,5%. "Kita targetkan penggunaan untuk solar bersubsidi di daerah mulai merata pada Januari, serta nonsubsidi 10%, industri dan komersial 10%, dan pembangkit listrik akan berkisar 10%-20%," ujarnya.

Rapat koordinasi ini membahas perkembangan paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah pada Agustus 2013. Hadir dalam rapat itu Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

Paket kewajiban pemanfaatan biodiesel dalam solar sebesar 10 persen bertujuan untuk mengurangi impor minyak dan gas (migas), yang secara signifikan menyumbang jumlah terbesar dalam defisit neraca transaksi berjalan selama 26 bulan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Paulus Tjakrawan mengatakan, produsen biofuel juga mendukung upaya pemerintah guna mencapai bauran 10% biodiesel.

Dia mengatakan, saat ini Aprobi sedang bekerjasama dengan Kementerian ESDM guna mendapat formula harga dan pengaturannya yang dapat diterima semua pihak dan tidak menghambat pengembangan bahan bakar nabati (BBN).

Kebijakan mandatori penggunaan 10% biodiesel untuk dicampur dengan solar diputuskan pemerintah sebagai salah satu paket kebijakan pemerintah untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah. [ardi]

BERITA TERKAIT

Membangun Indonesia dari Perbatasan Hingga Daerah Terpencil

    Oleh: Mariam Saroon, Pemerhati Sosial Ekonomi Selama Jokowi memimpin bangsa ini, sadar atau tidak banyak sekali pencapaian yang…

Pemerintah Dukung IoT Untuk Kemajuan Industri - Laboratorium IoT XL Terlengkap

NERACA Jakarta - Pemerintah mendukung operator telekomunikasi membentuk Internet of Things (IoT) sebagai salah satu solusi untuk mendukung kemajuan sektor…

SDM Jadi Perhatian Pemerintah - Alokasi Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan memperhatikan secara serius kualitas sumber…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pertamina EP dan Chemindo Inti Usaha Jalin Kerjasama - Pemanfaatan CO2

        NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP dan PT Chemindo Inti Usaha bersepakat menjalin kerja sama…

Pemerintah Siapkan Rekayasa Urai Kepadatan Tol Cikampek

    NERACA   Bekasi - Pemerintah menyiapkan manajemen rekayasa untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu seperti dikatakan Direktur…

Bangun 5 Tower, Arandra Residence Sukses Jual 1 Tower

    NERACA   Jakarta – Gama Land sukses menjual tower 1 dari 5 tower Arandra Residence yang direncanakan. Senior…