Bank Mulai Sulit Cari Nasabah - KTA Lewat SMS

NERACA

Harap maklum jika pesan pendek berisi tawaran pembuatan kartu kredit baru, semakin sering terdengar di ponsel Anda. Tawaran kartu utang ini tidak kalah gencar dengan rayuan kredit tanpa agunan (KTA) lewat SMS.

Untuk memastikan aplikasi kartu kredit Anda lolos, tenaga pemasar cuma pasang syarat fotokopi tagihan kartu kredit Anda yang lain. Bank-bank penerbit kartu kredit pun seakan terus merayu nasabah mereka untuk berbelanja menggunakan kartu kredit dengan berbagai gincu yang menawan.

Direktur Eksekutif Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah melihat, aksi gencar perbankan demi mencari profi l nasabah sesuai kriteria yang diatur BI. Maklum, mulai tahun ini, BI mewajibkan bank menerapkan manajemen risiko dalam bisnis kartu kredit yang meliputi syarat pemegang, jumlah kepemilikan, dan batasan plafon kartu kredit.

Syarat pemilik kartu kredit itu berusia minimal 21 tahun dan berpendapatan minimal Rp 3 juta per bulan. Untuk nasabah berpenghasilan Rp 3 juta sampai Rp 10 juta hanya boleh memiliki dua kartu kredit dan memiliki total plafon kartu kredit maksimal tiga kali pendapatan. “Pemberian kartu kredit baru harus sesuai aturan ini. Untuk pemilik kartu sebelum 2013, ada transisi sampai akhir tahun 2014,” kata Difi .

Kehadiran aturan baru dapat menyeleksi pemegang kartu kredit yang layak sehingga menekan risiko NPL. Tapi, di sisi lain, bank penerbit kehilangan potensi pertumbuhan kartu baru dan outstanding kartu kredit.

Potensi ini sudah terasa. Kepala Divisi Kartu Kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso mengatakan, aturan baru ini memperketat persaingan industri kartu kredit Tanah Air. Belakangan, BCA hanya bisa berusaha menjaga volume transaksi kartu kredit tetap tinggi. “Adanya aturan BI membuat penurunan akuisisi nasabah baru. Kami mencatat penurunan 50%,” katanya.

Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto juga mengakui penurunan akuisisi kartu kredit baru. Kebijakan BI menurunkan suku bunga kartu utang tak mampu menarik nasabah baru. “Penurunan akuisisi kartu kredit baru turun 50% dari tahun lalu,” katanya.

Sedangkan, Executive Vice President Card Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Dessy Masry juga mencatat fenomena serupa. Aturan batas penghasilan menutup akses calon nasabah memiliki kartu kredit. Kalaupun ada aplikasi masuk, calon nasabah terganjal aturan batas kepemilikan kartu kredit.Pencarian nasabah kartu kredit baru di Danamon kian sulit lantaran keterbatasan sumberdaya manusia.

Dessy menyatakan, sepanjang tahun ini telah kehilangan 1.000 tenaga pemasar. Mereka mundur lantaran gagal mencapai target dari perusahaan. Kini, Danamon tinggal memiliki 500 tenaga pemasar kartu kredit. “Makanya, tahun ini kami tak memasang target pertumbuhan bisnis kartu kredit,” kata Dessy.

Related posts