Tips Cegah Kejahatan Melalui ATM dan Kartu Kredit

NERACA

Industri perbankan di Indonesia semakin berkembang pasca collapse akibat krisis ekonomi 1997-1998. Perkembangan tersebut meliputi jangkauan ke masyarakat, jumlah dana kelolaan, juga produk-produk perbankan dan turunannya. Namun perkembangan tersebut ternyata diiringi dengan modus kejahatan yang juga semakin bervariasi.

Seperti diketahui, hingga kini industri perbankan masih terus di hantui oleh munculnya kejahatan perbankan. Ada kejahatan yang di kategorikan kejahatan kerah putih (White collar) dengan berbagai modus operandi yang dilakukan mulai dari penerbitan L/C fiktif hingga Bank Garansi Bodong. Tak berhenti disitu, hal ini diperparah dengan kejahatan pembobolan bank melalui Kartu ATM dan Kartu Kredit yang akhirnya semua kerugian harus ditanggung oleh bank atau nasabahnya.

Dalam melindungi nasabah perbankan dari kejahatan, termasuk di kartu kredit dan ATM, Bank Indonesia memberikan beberapa tips, yakni :

- Pastikan Anda mengetahui nomor call center Anda.

- Kartu pembayaran Anda baik kartu ATM, debit atau kartu kredit, harus selalu dalam pengawasan Anda.

- Jangan berikan nomor kartu atau masa berlaku atau tiga angka terakhir di belakang kartu kredit kepada merchant yang tidak Anda ketahui.

- Jangan memberikan kartu kredit atau kartu ATM Anda kepada pihak lain karena bank tidak pernah meminta kembali kartu Anda.

- Jangan berikan nomor PIN Anda kepada siapapun termasuk kepada petugas bank ataupun orang terdekat Anda.

- Apabila Anda mengembalikan kartu kepada bank, pastikan kartu telah Anda potong dan bila kartu Anda hilang, segera lakukan pemblokiran kartu untuk mengindari penyalahgunaan.

Related posts