Pemerintah Promosikan Sulawesi - Genjot Jumlah Wisman

NERACA

Jakarta – Persaingan bisnis industri pariwisata dalam negeri berjalan sengit, hal ini tidak bisa lepas dari pengaruh positif pertumbuhan ekonomi dan masih terjaganya daya beli masyarakat. Tidak heran jika, kunjungan wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara terus meningkat. Tidak hanya itu, persaingan sengit industri pariwisata juga terjadi pada tingkat negara dengan berbagai promosi yang ditawarkan. Merespon potensi pasar pariwisata dalam negeri yang begitu besar, pemerintah terus gencar melakukan promosi paket pariwisata terhadap dunia luar dengan harga yang kompetitif. Maka untuk menggali potensi pasar tersebut, Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar direct promotion atau penjualan langsung paket-paket wisata Sulawesi di Hotel Haris, Batam, kemarin.

Kata Kepala Subdit Promosi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Trindiana Tikupasang, ada ajang promosi pariwisata tersebut merupakan langkah pemerintah memfasilitasi pertemuan antar industri pariwisata yang menjual paket wisata Sulawesi pada industri pariwisata yang berminat membeli paket wisata, atau business meeting/table top, “'Saat ini sudah ada 25 orang (buyers) dari Singapura dan Johor, dan Batam yang berminat membeli paket wisata Sulawesi. Sebagai sellers adalah industri dari Sulawesi dan daerah lainnya yang menjual paket-paket wisata ke daerah Sulawesi,'”ujarnya di Jakarta kemarin. Menurutnya, kedudukan Sulawesi dari sisi peta pariwisata nasional amat strategis. Mengingat, kini Makassar di Sulawesi Selatan telah menjadi gerbang dengan jaringan penerbangan udara langsung yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia bahkan penerbangan internasional. Dia mencontohkan di Sulawesi Selatan ada Pantai Losari dan Tana Toraja. Lalu, Sulawesi Tenggara ada Taman Nasional Wakatobi yang amat terkenal dengan keindahan alam bawah laut. Kemudian, di Sulawesi Utara juga ada Taman Laut Bunaken yang juga terkenal dengan keindahan alam bawah laut. Trindiana berharap, direct promotion berupa table top tersebut dapat mencuri minat 4,5 juta wisatawan dalam negeri yang kerap pergi ke luar negeri dan wisatawan asing yang ada di Batam. Sehingga, bisa mencapai target kunjungan wisatawan asing sebesar 8,6 juta pada tahun ini. Apalagi, itu juga didukung oleh pertumbuhan out going wisatawan dalam negeri yang terus meningkat cukup besar dan tarif angkutan udara yang relatif murah (low cost carrier) dan juga libur ganda. ''Ada libur sekolah dan libur akhir tahun. Tentu, ini potensi pasar yang tinggi dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih 220 juta orang,'' kata Trindiana. [bani]

Related posts