Harum Energy Akuisisi Cockatoo Coal US$ 20 Juta

NERACA

Jakarta – PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana mengakuisisi sebagian saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan asal Australia, Cockatoo Coal Limited(CCL) senilai US$20 juta.

Direktur Utama PT Harum Energy Tbk Ray Antonio Gunara menyebutkan, proses akuisisi sebagian saham baru tersebut akan segera diselesaikan pada pertengahan bulan Desember mendatang. Diperkirakan perseroan harus menyiapkan dana minimal Rp218,92 miliar guna menyerap saham baru yang diterbitkan oleh CCL. “Dana investasinya bersumber dari kas internal perusahaan. Kami akan gunakan kas internal untuk memuluskan niat tersebut”, ujarnya di Jakarta, kemarin.

Masih logis jika harum akan menggunakan dana kas internal untuk melancarkan niatannya tersebut. Pasalnya, HRUM memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 172,71 juta per triwulan III 2013, atau setara Rp 2 triliun.

Dia menjelaskan bahwa kas internal perseroan masih cukup kuat untuk membiaya aksi korporasi tersebut. Sehingga dalam memuluskan rencana tersebut tidak akan mengganggu keuangan perseroan.

CCL sebelumnya menerbitkan saham baru total senilai US$153 juta. Saham baru tersebut akan diserap oleh tiga perusahaan, yaitu senilai US$50 juta akan diserap oleh SK Networks, Co., Ltd (SKN), US$43 juta kepada Noble Group Limited (Noble), dan senilai US$60 juta akan diserap oleh perseroan dan 2 investor institusional dengan komitmen masing-masing minimum US$20 juta.

Sebelumnya, perseroan memiliki 4% saham di CCL. Dengan aksi ini, perseroan akan memiliki 12% saham CCL. “Kami menilai langkah yang ditempuh perseroan ini sangatlah efisien guna meningkatkan kapasitas produksi batubara”, jelasnya.

Sementara itu, sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya, perseroan menyiapkan dana Rp10 miliar untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Sementara, jumlah biaya CSR yang telah terealisasi hingga kuartal ketiga 2013 mencapai Rp6,3 miliar.“Dana CSR sudah terealisasi kurang lebih sekitar 69% dari jumlah yang dianggarkan untuk 2013 yang sekitar Rp 10 miliar”, ujarnya.

Perseroan juga telah menandatangani penikatan untuk berpartisipasi dalam penambahan modal yang dilakukan oleh CCL. Perseroan melalui anak perusahaannya, Harum Energi Australia Ltd mengeluarkan dana berkisar antara US$19 juta-US$24 juta.

Adapun pendanaan untuk transaksi ini seluruhnya menggunakan dana internal perseroan yang akan membuat kepemilikan saham perseroan melalui anak perusahaanya meningkat menjadi 10% dari sebelumnya hanya 4,7%. Transaksi ini juga secara material tidak akan berdampak terhadap kelangsungan perusahaan karena jumlah biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Hingga September 2013, laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok 71% menjadi US$36,29 juta dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang US$125,32 juta. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan turun menjadi US$466,88 juta dari pendapatan tahun sebelumnya yang US$835,08 juta dan beban pokok tercatat US$526,46 juta dari beban pokok sebelumnya US$559,60 juta. Sementara total aset per September 2013 mencapai US$495,80 juta turun dari total aset per Desember 2012 yang mencapai US$538,64 juta. (nurul)

Related posts