Kantin Kejujuran Banyak yang Bangkrut

NERACA

Bandung - Sejumlah Kantin Kejujuran yang tersebar di Jawa Barat, kini banyak yang bangkrut. Sungguh hal itu sangat memprihatinkan dan sekaligus ironis. Memang belum diketahui secara persis, apakah kebangrutan Kantin Kejujuran itu, akibat dagangannya ludes karena ketidakjujuran si pembeli membayar atau memang tidak punya modal lagi?

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Yuswa Kusumah Afandi Basri ketika ditanya wartawan saat peresmian kantin Kejujuran di SMPN 1 dan SMPN 2 Kabupaten Garut, akhir pecan kemarin mengatakan, memang terdapat sejumlah Kantin Kejujuran yang mengalami kebangkrutan di Jawa Barat. Namun pihaknya masih menghimpun laporan rincinya. Tetapi, dia mengakui, memang ada. “Kondisi itu riil di lapangan soal tingkat kejujuran masyarakat,”tandas Yuswa Kusumah.

Kejati Jabar mengatakan, sasaran kantin kejujuran akan lebih banyak diterapkan di tingkat sekolah. Hal itu, menurut dia, berkaitan dengan program Gerakan Anti Korupsi Sejak Dini (Galaksi).

“Diharapkan SDM Indonesia dari tingkat dasar sudah belajar jujur. Lewat Kantin Kejujuran, sifat tersebut dibina hingga akhirnya menjadi sikap pribadi sampai dewasa dalam menjalani kehidupannya nanti,” tandas Kejati Jabar.

Sementara itu, Ketua LSM Jerami (Jaringan Ekonomi Masyarakat Mandiri) Jawa Barat, Suginto menilai, jika benar keberadaan sejumlah Kantin Kejujuran di Jawa Barat itu mengalami kebangkrutan akibat tidak jujurnya masyarakat sebagai pembeli, sungguh ironis dan sekaligus memprihatinkan.

“Di tengah suasana, pemerintah dan masyarakat itu sendiri membenci para koruptor di negeri ini, banyak juga warga kita yang tidak jujur. Fenomena ini harus menjadi pemikiran semua pihak. Di antaranya, perlu tindakan tegas dari aparatur hukum dan pembinaan yang berkesinambungan dari pemerintah dan masyarakat itu sendiri,”tandasnya.

BERITA TERKAIT

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

"Public Chaos", Ujung Interpretasi Media yang Salah

  Oleh : Ricky Rinaldi, Peneliti Madya Lembaga Studi Informasi Strategis (LSIS) Tidak dapat dipungkiri bahwa aktor yang paling berperan…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi NERACA Jakarta - Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 menyebut bahwa…

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris berharap kepada Gubernur dan…

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, terus melakukan inovasi perkembangan transportasi. Satu…